Home / Populer / Heri Budianto: Tsunami Politik Menghantam Demokrat!

Heri Budianto: Tsunami Politik Menghantam Demokrat!

Bagikan Halaman ini

Share Button

cvv(1)

 

moral-politik.com. Jakarta-Pemecetan I. Gede Pasek dan Saan Mustofa dari jabatannya masing-masing saat ini, selain sebagai bentuk teguran politik bagi kader-kader Partai Demokrat, juga langkah ini merupakan bagian dari kepanikan elit Demokrat, saat kedua tokoh muda ini berhijarah ke ormas pimpinan Anas Urbaningrum.

“Saya melihat langkah yang dilakukan elit Partai Demokrat memecat I. Gede Pasek sebagai Ketua Komisi III Bidang Hukum DPR RI dan Saan Mustofa sebagai Sekretaris Fraksi dari jabatannya masing-masing saat ini, selain sebagai bentuk teguran politik bagi kader-kader Partai Demokrat, juga langkah ini merupakan bagian dari kepanikan elit Demokrat, saat kedua tokoh muda ini berhijarah ke ormas pimpinan Anas Urbaningrum”, tandas pengamat komunikasi politik Indonesia, Heri Budianto, kepada moral-politik.com, Jumat (20/9/2013) malam.

Budianto berpandangan, pesan yang kemudian ditangkap dari pemecatan keduanya karena dianggap sebagai loyalis Anas Urbaningrum.

“Saya melihat demokrat panik dengan bergabungnya Gede Pasek dan Saan Mustofa ke ormas PPI, sehingga itu menyulut rotasi keduanya”.

Mestinya demokrat tidak perlu se-panik ini, dan mencari waktu yang tepat untuk mencopot keduanya. Sebaiknya dilakukan pemanggilan dan atau teguran kepada keduanya, sebelum melakukan pemecatan. Nah karena kemasan dan momentun ini tidak tepat, ini kemudian menjadi blunder, dan wacana publik yang negatif bagi Partai Demokrat dan tidak menguntungkan Partai Demokrat.

“Saya kira problem terbesar Partai Demokrat pada komunikasi politik yang lemah. Ini tercermin dari Front State yang tidak ditata”, ungkapnya.

Hal yang lain, tambahnya, saya melihat Anas berhasil memancing bekas partainya, sehingga memberi reaksi keras dengan melakukan pencopotan.

“Ini yang tidak diperhitungkan oleh elit demokrat, dengan adanya isu ini agenda besar partai bintang mercy ini yakni konvensi capres menjadi tenggelam gara-gara langkah komunikasi politik yang keliru,” kata Budianto. (MRL)

Baca Juga :  Warga Rt 24, Kelurahan Fatululi, Kota Kupang tolak penghitungan suara

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button