Home / Sport / Ini Catatan dari Muspas Keuskupan Atambua

Ini Catatan dari Muspas Keuskupan Atambua

Bagikan Halaman ini

Share Button

Foto Peserta Muspas VII KA di Emaus(1)

 

 

moral-politik.com. Musyawarah Pastoral (Muspas) Keuskupan Atambua ke VII dilaksanakan di Emaus, 16-20 September 2013. Peserta Muspas terdiri dari para imam, biarawan-biarawati dan utusan awam dari paroki-paroki se Keuskupan Atambua.

Pengecekan peserta oleh sekretaris umum panitia Yoseph Hello, mengawali Muspas. Aturan Muspas disampaikan oleh ketua sidang Romo Theodorus Asa Siri, Pr.

“Apa yang harus kita dapat dari Muspas ini? Mgr. Theodorus Sulama, SVD dan Mgr. Anton Pain Ratu, SVD telah banyak berbuat dan apa hasil saat ini?” kata Romo Theo menyentil peserta Muspas untuk berpikir.

Muspas tahun ini beda, kata dia, karena bertolak dari data. Sebab, tambah dia, ini pergulatan dalam nilai nilai  kehidupan. Ada nara sumber yang membantu kita untuk masuk dalam akar masalah Pastoral dalam menemukan visi misi keuskupan ini.

Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr dalam arahan pembuka Muspas Keuskupan VII menegaskan soal realitas pastoran.

Menurut dia, pekerjaan pastoral adalah tugas dan pekerjaan Allah yang dipercayakan kepada kita untuk dikerjakan. “Kata injil, kami adalah pelayan-pelayan yang tak berguna,” jelasnya.

Ia menegaskan, pastolah harus ditingktkan mutunya. Ada komunio dalam membangun gereja. Kita harus menimbah makna dari Muspas ini demi kemajuan Gereja Lokal di Keuskupan ini. ( Rm.Ino Nahak/Felix)

Baca Juga :  Kejutan, Lionel Messi Sudah Bisa Jemput Anak di Sekolah

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button