Home / Pena_VJB / Ini Surat Relawan Jokowi kepada Ibu Bangsa Hajjah Megawati Soekarnoputri!

Ini Surat Relawan Jokowi kepada Ibu Bangsa Hajjah Megawati Soekarnoputri!

Bagikan Halaman ini

Share Button

13

moral-politik.com. Barisan Relawan Jokowi Presiden 2014 (Bara JP atau Relawan Jokowi), diterima dua Ketua DPP PDIP, Dr Andreas Parera. Sebelum menyerahkan surat di Hotel Mercure (Ancol) Jakarta Jumat (6/9), Ketua DPP Bara JP Roy Marten membacakan surat.

Surat dua halaman yang ditujukan kepada seluruh peserta Rakernas PDIP, Bara JP memperkenalkan diri sebagai nasionalis yang “berserakan” dan golput yang sudah bosan dengan politisi pendusta.

Inilah surat lengkap Bara JP.

Kami Barisan Relawan Jokowi Presiden 2014 (Bara JP atau Relawan Jokowi), adalah nasionalis yang “berserakan” di seantero negeri. Kami mengetuk nurani seluruh peserta Rakernas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), agar mendengar aspirasi rakyat.

Seperti dalam surat kami Kamis  (5/9) kepada Ibu Bangsa, , kami hanya pro perubahan, yang tak kenal dan tidak ingin kenal dengan sosok yang kami percayai.

Kami mendefinisikan kaum nasionalis sebagai kaum pro perubahan menuju Indonesia yang lebih baik, yang peduli pada masa depan bangsa. Nasionalis yang “berserakan” di seantero negeri terdiri dari dua bagian besar. Jika kalian mengenali kami, niscaya Rakernas menyerah kepada kejujuran.

Pertama, kami adalah masyarakat yang dulu golput karena bosan atas janji politisi, kini sudah menemukan dan mempercayai seseorang yang tahunya hanya bekerja dan bekerja. Negeri ini sudah mempunyai blue print (rencana) semua aspek, tinggal bekerja.

Kedua, kami adalah masyarakat yang tahu dan sadar bahwa politisi senantiasa berbohong, namun selalu berharap menjadi kebohongan terakhir. Tetapi yang terjadi adalah kebohongan berkelanjutan, kebohongan baru mengubur kebohongan lama. Realitas tidak berubah, hanya kata-kata yang berganti.

Kini keduanya bersatu, menjadi energi besar yang tak mungkin dikalahkah rejim pendusta. Mereka adalah batu dan kami air, maka kami akan menggerusnya. Suara kami di bilik suara akan menggunung, para petugas di TPS akan bekerja hingga petang hari.

Baca Juga :  Pengguna Narkoba Disiapkan Jarum Disposibel Gratis!

Dengan energi positif yang dipancarkan oleh sosok yang bekerja dan bekerja, kertas suara yang tak dipakai akan menjadi minimum, karena kami akan berduyun-duyun ke bilik suara untuk menorehkan sejarah.

Di TPS, kami akan menjadi hakim yang akan memberi keadilan kepada para pendusta, menyediakan tempat terbaik buat mereka. Pada saat bersamaan, kami akan memberi kepercayaan kepada sosok yang bekerja dan bekerja.

Biarlah “sosok yang bekerja dan bekerja” tak usah berkampanye, relakan tugas itu menjadi beban rakyat. Biarlah para tukang becak dan buruh migran yang udunan, biarlah para profesional dari gedung tinggi yang menjual sehelai dasi menjadi selember cek.

Kami akan menghemat uang milik bangsa, tak mau dua kali pemungutan suara. Cukup sekali saja, hemat, ekonomis dan berwibawa. (Bahkan kalau bisa, minggu depan ini saja adakan pemilihan. Boleh tidak ya?).

Demi sosok yang bekerja dan bekerja, para penyair akan bertutur tentang kejujuran, remaja yang sedang kasmaran akan menyelipkan kata-kata “perubahan” dalam kencan mereka, orantua akan mengingatkan pemuda memperjuangkan masa depan, alim-ulama akan mengingatkan kesamaan ide dan tindakan.

Intelektual akan bersaksi agar partai besar jangan melakukan “blunder historis,” rakyat akan menabung supaya bisa membeli makanan untuk kampanye Sang Jagoan.

Sayangnya, kita tak boleh adakan pemilihan minggu depan. Kalau saja bisa, rakyat akan bersorak, karena penderitaan semakin singkat. Tetapi tak apalah, kesempatan tersisa akan kami gunakan untuk menimbun kekuatan, supaya menjadi “gempa bumi demokrasi” tahun 2014 nanti.

“Blunder historis” oleh partai besar sungguh kata/frase yang indah didengar, namun kalau sampai terjadi sungguh menakutkan.

Tak perlu berpanjang lagi saudaraku, kalian semua sudah tahu untuk apa kami datang. Makna terdalam justru yang tidak tersurat di kertas ini.

Baca Juga :  Rote Ndao : 4 Tahun Berlalu,Ruas jalan Edalode Tak Diperbaiki

Makna itu hanya bisa kalian lihat, manakala membiarkan kejujuran menjadi tamu yang menetap, tatkala kalian membuka pintu agar kebenaran menemukan jalannya sendiri.

Selamat Rakernas.

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button