Home / Pena_VJB / Ini Jeritan Hati Migran Hong Kong kepada Ibunda Megawati

Ini Jeritan Hati Migran Hong Kong kepada Ibunda Megawati

Bagikan Halaman ini

Share Button

Foto 4 Bunda Megawati

moral-politik.com. Buruh migran Hong Kong dalam aksi di Victoria Park, Minggu (15/9/2013), membentangkan sebuah spanduk bertuliskan: “Bunda Megawati, dengarlah suara anak-anakmu.” Aksi ini mengawali unjuk rasa besar oleh migran yang akan dimulai pukul 15.00 WIB.

“Dalam aksi besar ini, kami Barisan Relawan Jokowi Presiden 2014 (Relawan Jokowi atau Bara JP) Hong Kong, ikut dalam aksi perjuangan hak migran, sekaligus kami menyuarakan aspirasi Jokowi,” kata Ketua Bara JP Hong, Tri Sugito.

Ferry Alfiand Tjung Phin, Ketua DPP Bara JP, secara khusus dan dengan ongkos sendiri, datang ke Hong Kong untuk memberi semangat kepada sesama Jokowi Lovers. “Salut dan terharu atas antusias mereka,” kata Ferry kepada moral-politik.com.

Didampingi Wakil Ketua Liana Citra, Tri Sugito menekankan perlunya rejim mendatang memperhatikan nasib migran. Tak guna berharap kepada rejim sekarang, karena pikiran mereka hanya bagaimana supaya jangan masuk penjara. Pengurus lain yang hadir, M Laela Putri (Sekretaris) dan Nur Utami (Bendahara).

Mengenai isi spanduk Bara JP Hong Kong yang sangat sederhana, Tri Sugito dan Liana Citra menjelaskan, isi kata-kata spanduk itu tidak dibuat-buat dan biar sederhana saja. “Manakala kami berujar tentang suara rakyat, Ibu Megawati sudah mengerti,” kata Tri Sugito.

Bara JP Hong Kong merasa tak perlu mengatakan banyak hal tentang cita-cita perubahan, karena semua itu sudah diketahui Megawati Soekarnoputri. Harapan migran, akan ada perbaikan melalui perubahan rejim.

“Migran itu penghasil devisa, diakui semua pihak. Namun manakala kami memperjuangkan hak, koq seperti tidak didengar, malah suara kami hilang begitu saja,” kata Liana Citra.

Laela Putri mengatakan, pelayanan di KJRI luar biasa angkuh. Mereka seperti orang lain, seperti bukan bagian dari kami. Menurut Nur Utami, Filipina berhasil mengeloal migran dengan baik, dan tidak memegas warga sendiri. Berbeda dengan Indonesia. (RJ)

Baca Juga :  Istri Cagub Nomor 4 Frans Lebu Raya, Mangkir dari Panggilan Panwaslu TTS

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button