Home / Sport / Ini Keluhan Penjual di Pasar Baru Atambua

Ini Keluhan Penjual di Pasar Baru Atambua

Bagikan Halaman ini

Share Button

Silvester Jampi dan Samuel Moi, penjual di pasar baru atambua

 

 

 

moral-politik.com. Menyedihkan! Itulah situasi terburuk yang dialami para penjual di Kabupaten Belu. Terhitung sejak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang telah diberlakukan oleh Pemerintah Pusat, telah mendampak buruk bagi masyarakat setempat.

“Sebelum kenaikan BBM, harga kelapa, bawang merah dan bawang putih tidak mengalami perubahan harga. Tetapi ketika BBM telah dinaikan harganya, kelapa, bawang merah dan bawang putih pun mengalami perubahan harga. Bagaikan maju kena, mundur pun tetap kena. Hal inilah yang telah memberatkan para penjual di Pasar Baru Atambua,” demikian dikatakan Silvester Jampi, Samuel Moi dan Julianus Bau yang ditemui moral-politik.com di lapak pasar baru Atambua, Jumat siang (20/9/2013).

Secara ceplas-ceplos ketiga penjual itu bertutur, “Sewaktu BBM belum naik, jualan kami baik. Artinya banyak terjual karena dibeli pembeli. Tetapi setelah kenaikan BBM, hasil jualan kami tidak terlalu ramai. Sudah begitu, harga karcis untuk penjual per lapak dikenakan tarif Rp 15.000. Harga karcis itulah yang membuat kami semakin kurus tak terurus. Hasil jualan tidak baik, kami dipaksa membayar karcis yang begitu mahal.”

Hal lain yang dikeluhkan, MCK dan penerangan pada malam hari di lokasi pasar tidak baik. Kami setengah mati kalau mau membuang air besar. WC tidak ada air. Pintu sudah rusak. Listrik tidak bagus. Sudah begitu keamanan barang-barang pada malam hari tidak terjaga dengan baik.

Berdasarkan keluhan itu, mereka minta Pemkab Belu melalui dinas terkait, agar memperhatikannya.

“Kami bertiga mewakili rekan-rekan penjual lainnya. Selama ini kami mau lakukan demonstrasi, tapi siapa yang mau dengar teriakan kami. Yang membuat kami tidak bisa bernapas adalah harga karcis. Jualan tidak laku, dipaksa bayar karcis. Per hari kami harus bayar Rp 15.000. Kami minta dinas terkait segera perbaiki harga karcis. Kami sudah kurus tak terurus, malah disiksa lagi!” kritik mereka bertiga dengan nada kesal, dan diperkuat rekan lainnya. (Felix)

Baca Juga :  Pol PP jaring siswa SMA II Kupang di tempat biliar

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button