Home / Pena_VJB / Ini Survey di Hong Kong: Dari 20 Orang, 14 tahu Jokowi!

Ini Survey di Hong Kong: Dari 20 Orang, 14 tahu Jokowi!

Bagikan Halaman ini

Share Button

Foto 2 Ferry diwawancarai wartawan Taiwan

 

moral-politik.com. HONG KONG. Dalam perjalanan ke Hong Kong, Ferry Alfiand Tjung Phin menerapkan prinsip berenang sembari minum air. Sebagai Ketua DPP Relawan Jokowi (Bara JP), bukan hanya mendampingi anggota aksi Minggu (15/9/2013) di KJRI, tapi juga mencari tahu popularitas Jokowi.

“Dengan wawancara langsung sebanyak 10 orang, kemudian menelpon 6 nama dari buku telepon dan 4 orang yang saya kenal. Ternyata 14 dari 20 warga Hong Kong tahu tentang Jokowi,” ungkap Ferry.

Ke-10 wawancara langsung, kata dia, dilakukannya sembari menunggu taksi di bandara Hong Kong, setibanya dengan pesawat China Airlines Sabtu (14/9). Ferry, si pria asal Singkawang (Kalimantan Barat) itu fasih berbahasa Mandarin, sehingga lancar berkomunikasi dengan semua warga Hong Kong.

Dari 10 wawancara langsung, bukanya, sebanyak 8 orang tahu tentang Jokowi.

“Kalau meminjam terminologi para lembaga survey, berarti popularitas Jokowi di Hong Kong (responden wawancara langsung) 80%.

Setibanya di hotel, Ferry langsung mencari buku telepon, kemudian menghubungi 6 orang secara acak, 3 diantaranya tahu tentang Jokowi. Lalu 4 orang lagi, Ferry menghubungi 4 orang temannya yang tinggal di Hong Kong, 3 di antaranya tahu Jokowi.

“Jadi dari 20 orang, 14 atau 70% warga Hong Kong tau tentang Jokowi. Luar biasa,” kata Ferry, yang sebelum berangkat ke Hong Kong mempelajari dasar-dasar survey.

Melalui bahan yang diperoleh dari pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Mulyana Kusumah, Ferry membaca dua tahap penting sebelum memperoleh elektabilitas. Pertama adalah popularitas, kedua likabilitity (kesukaan), barulah electability (elektabilitas).

“Saya tak merasa perlu menanyakan likability dan elektability, karena mereka kan tidak ikut coblos Jokowi. Saya pikir menarik, karena luar Indonesia juga tahu tentang Jokowi,” tuturnya.

Mayoritas responden (18 orang) yang ditanya Ferry, mengetahui Jokowi dari media massa televisi dan media cetak serta internet. Sisa 2 orang lagi, 1 diantaranya mengetahui ketika secara tidak sengaja mendengar pembicaraan orang. Lalu 1 lagi, tahu dari temannya.

Baca Juga :  RD. Maxi Bria: Belu Makin Rusak!

Ketertarikan warga Hong Kong terhadap Indonesia, menurut Ferry sangat dipengaruhi oleh banyaknya migran asal Indonesia. Selain itu, budaya warga Hong Kong cukup terbuka, demokratis, budaya warisan Inggris yang menjadi penguasa di Hong Kong selama 100 tahun.

Ferry adalah Relawan Jokowi yang berdomisili di Pangkalan Bun (Kalimantan Tengah), berprofesi sebagai petani.  (erny/rj)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button