Home / Populer / Jhon Kotan: Itu Hak Benny Litelnoni Bergabung ke Golkar

Jhon Kotan: Itu Hak Benny Litelnoni Bergabung ke Golkar

Bagikan Halaman ini

Share Button

7

 

 

 

moral-politik.com. Kota Kupang – Rasanya belum hingga seumur jagung perkongsian politik antara Ketua PDIP NTT Frans Lebu Raya dengan mantan Wakil Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) Benny Litelnoni, untuk maju berlaga di medan Pilkada NTT sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2013-2018, yang kendati melalui proses perpolitikan yang alot, menegangkan dan dramatis, tapi berhasil meraih kemenangkan spektakuler, karena tidak cukup hanya dua putaran tapi hingga ke putaran “ketiga”, yaitu melalui Keputusan Mahkamah Konstitusi, oleh karena Paket THOTAL menduga ada sejumlah penyimpangan.

Hari ini, Selasa (24/09/2013) bumi NTT kembali dikejutkan dengan langkah politik; jika tak mau dibilang manuver politik yang dilakukan oleh Benny Litelnoni, yaitu dikukuhkan dirinya sebagai salah satu Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Golkar NTT sesuai SK DPP Partai Golkar Nomor 59 Tahun 2013.

“Masuknya Benny ke Partai Golkar secara resmi diperkenalkan Ketua DPD Partai Golkat NTT, I.A Medah disaksikan Sekretaris DPP Partai Golkar Idrus Marham, Bendahara Partai Golkar Setya Novanto dan puluhan kader partai di Kupang, Selasa (24/9/2013),” demikian media ini mewartakan.

Terhadap fenomena itu, moral-politik.com meminta pendapat Pakar Hukum Administrasi Negara DR. John Khotan, melalui telepon selular, petang ini, Selasa (24/9/2013).

“Sebagai Warga Negara Indonesia, dirinya (Benny Litelnoni, Red) memiliki hak untuk menentukan sikap politiknya guna dijadikan tempat sandaran dalam mengapresiasi sikap-sikap politiknya. Jadi itu bukanlah masalah yang patut dirisaukan oleh siapa pun yang paham akan hak dan kewajiban warga negara,” kata John Kotan.

Ketika ditanya, apakah keputusan politik yang diambil Benny Litelnoni itu tidak mengindikasikan adanya suasana kebatinan yang terusik, John Kotan yang terkenal suka bicara blak-blakan itu menuturkan, “Itu bukan kompetensi saya untuk menjawabnya. Eloknya, tanyai saja teman-teman yang berkompoten untuk mengomentari soal fenomena perpolitikan”.

Baca Juga :  Pentas Seni Kawula Muda Kota Kupang hangatkan 'Valentine Day' 2015 (3)

Sementara itu, secara terpisah, Profesor Jusuf Leonard Henuk yang dihubungi untuk dimintai komentarnya masih belum bersedia.

“Itu menarik sekali. Nanti telpon kembali, saya masih berada di acara kedukaan,” ujarnya. (vjb)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button