Home / Sport / Jika Dipanggil Polisi, Imanuel Haning Siap Menghadap!

Jika Dipanggil Polisi, Imanuel Haning Siap Menghadap!

Bagikan Halaman ini

Share Button

6

 

 

moral-politik.com. Johanis Imanuel Haning, salah satu oknum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang yang telah di PAW siap menghadap pihak Kepolisian Mapolresta Kupang Kota, jika memang dipanggil oleh polisi.

Johanis Imanuel Haning kepada moral-politik.com, Selasa (10/9/2013) mengatakan, dirinya siap untuk menghadap ke Mapolresta Kupang Kota jika memang dipanggil oleh pihak kepolisian dari Polres Kupang Kota.

“Silahkan lapor saja ke polisi. Itu hak orang yang lapor. Tidak apa-apa, nanti kalau dipanggil, saya siap menghadap,” katanya.

Dia mengatakan, terkait laporan polisi, dirinya sama sekali tidak tahu. Namun dirinya membenarkan dirinya dituduh menggelapkan uang partai sebesar Rp 23 juta.

Dijelaskannya, dana tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah adalah bantuan untuk partai politik (parpol) dan tentunya partai akan segera  mempertanggungjawabkannya. Dirinya mempertanyakan pihak pelapor apakah orang partai atau bukan orang partai. Karena, jika pelapor adalah orang partai pasti sudah tahu aturan dalam AD/ART partai.

Imanuel mengatakan, di parpol ada mahkamah partai, sehingga jika ada persoalan partai akan melalui jalur itu.

“Kemungkinan yang melapor adalah orang dari luar partai sehingga tidak tahu mekanisme partai,” tegasnya.

Imanuel  menambahkan, jika yang melapor ke polisi adalah orang partai, berarti melanggar AD/ART partai.

Seperti diketahui, diduga melakukan tindak pidana penggelapan dengan ‘membobol’ rekening PDS, anggota DPRD Kota Kupang, Johnis Imanuel Haning, diadukan ke Polres Kupang Kota oleh Ketua PDS Kota Kupang, Andrias Zacharias Manafe, Senin (9/9/2013). Haning yang telah mengundurkan diri pada tanggal 16 April 2013 masih tetap melakukan penarikan uang tunai milik partai tersebut senilai Rp 23 juta.

Diuraikan dalam laporan polisi, Johnis Imanuel Haning, yang sebelumnya merupakan kader PDS telah mengundurkan diri dan pindah ke Partai Amanat Nasional (PAN) pada tanggal 16 April 2013. Dalam perjalanan, yang bersangkutan masih melakukan penarikan uang tunai dari rekening partai (PDS) pada tanggal 8 Juli 2013.

Baca Juga :  Maia Estianty Ingin Jodoh Bernama Johan

Saat melakukan pencairan dana tersebut, pelaku mengatasnamakan PDS  ( surat koran tabungan pada 29/8/2013, user cetak 1434). Selain itu, dana yang berhasil ditarik secara tunai oleh pelaku adalah senilai Rp 23 juta. Proses penarikan uang PDS oleh pelaku tersebut dilakukan di Bank NTT Cabang Pembantu (Capem) Walikota Kupang, Jalan SK Lerik, No 1, Kecamatan Kelapa Lima.

Perbuatan pelaku yang telah mengundurkan diri sebagai kader PDS Kota Kupang tersebut, dinilai sebagai bentuk pelanggaran hukum. Pasalnya yang bersangkutan melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan (pasal 372 jo 378 KUHP) terhadap uang partai. Akibatnya, pelaku dilaporkan ke polisi oleh Andrias Zacharias Manafe (48), warga RT 009, RW 003, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Laporan polisi yang dibuat oleh Andrias Zacharias Manafe tersebut, bertujuan untuk menuntut proses hukum. “Dia (Johanis Imanuel Haning) duduk sebagai anggota DPRD Kota dari PDS. Tapi sekarang sudah mengundurkan diri. Perbuatannya itu merugikan partai. Kami lapor polisi supaya diproses hukum,” ujar Andrias Zacharias Manafe  (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button