Home / Populer / JK Rela Turun Pangkat Demi Komodo Jadi ‘New7Wonders of Nature’

JK Rela Turun Pangkat Demi Komodo Jadi ‘New7Wonders of Nature’

Bagikan Halaman ini

Share Button

5

moral-politik.com. Mantan Wakil Presiden RI, Muhammad Jusuf Kalla (JK) mengatakan, dirinya rela turun pangkat dari jabatan wakil presiden menjadi duta besar komodo, enam bulan menjelang binatang purba tersebut dipilih menjadi New7Wondres of Nature.

“Pak Presiden saya sebetulnya turun pangkat setelah tidak lagi jadi wapres. Tetapi saya  terima itu demi komodo. Itu pun tanpa pelantikan atau ada surat-surat resmi atau persetujuan  DPR layaknya seorang duta besar,” turur JK dengan gaya bercanda pada acara inagurasi komodo  sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia baru di Pulau Komodo, yang dihadiri Presiden7 of New7Wondres, Bernard Webber, Jumat (13/9/2013) lalu.

Di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama para menteri kabinet Indonesia Bersatu  II, JK menjelaskan, sejarah perjuangan komodo sebagai New7Wondres of Nature, yang
berjalan sekitar empat tahun sejak didaftarkan menjadi kontestan Seven Wonders of Nature.

Menurutnya, semula Indonesia mengajukan dua objek yakni Danau Toba dan Pulau Komodo sebagai  kontestan yang harus bersaing dengan 400 peserta lainnya. Setelah dilakukan seleksi dari 400
peserta turun menjadi 200 dan komodo masuk di dalamnya. Selanjutnya dilakukan lagi seleksi dan penelitian yang menyisakan 28 peserta termasuk komodo dan harus mengikuti popular vote.

“Yah, sama seperti Indonesian Idol, sehingga komodo harus di-vote agar bisa masuk nominator. Seiring dengan berjalan waktu, dukungan untuk komodo sangatlah sedikit dan pada akhir tahun 2010 diserahkan kepada aktivis lingkungan yang dipimpin Ibu Emi Hafid,” jelasnya.

Dia menjelaskan, jika menjelang monentum acara  puncak Sail Komodo 2013 dilaksanakan  inagurasi komodo sebagai tujuh keajaiban dunia baru, itu karena dunia telah mengakui  keberadaan komodo dan habitatnya.

Ternyata, lanjutnya, setelah enam bulan bekerja belum ada hasil yang memuaskan sehingga butuh  dukungan tenaga lain dan dirinya diminta menjadi duta besar komodo. Bahkan belakangan ini diminta lagi sebagai pembina yayasan yang dipimpin Ibu Emi Hafidmeski harus turun pangkat  lagi.

Baca Juga :  AMPERA Demo di Rote Ndao, Usung Peti Jenazah & Krans Bunga

“Tetapi, setelah 24 hari bekerja, hasilnya luar biasa dengan mengumpulkan vote ratusan juta.  Saya kira tidak ada vote yang dalam waktu singkat dapat mengumpulkan ratusan juta dukungan,”
paparnya.

Kata dia, komodo akhirnya terpilih menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia baru,  bersama wakil dari Philipina, Vietnam, Afrika Tengah dan Brasilia. Itu berkat kerja keras  semua pihak di Indonesia, yang dengan gigih berjuang agar komodo bisa masuk menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia baru.

JK juga mengatakan, kepada relawan yang mendukung perjuangan komodo sebagai salah satu dari tujuh keajiaban dunia baru, dia selalu berpesan, kalau menang komodo tidak tahu dirinya menang.  Binatang purba ini tetap saja dia hidup di habitatnya. Tidur di lumpur, tetapi yang akan  menimba manfaat dari momentum tersebut adalah masyarakat yang menjadi penghuni Pulau Komodo.

“Karena itu, sebagai pembinan Yayasan Komodo, kami perlu berterima kasih kepada pemerintah  yang sudah memperbaiki kondisi lingkungan di pulau ini. Ada penambahan fasilitas seperti  jalan, dermaga, listrik dan air. Dengan begitu, masyarakat akan tahu bahwa ada manfaat bagi
mereka dengan terpilihnya komodo sebagi tujuh keajaiban dunia baru,” katanya.

Dia mengutarakan, selain manfaat bagi penguni Pulau Komodo, untuk Labuan Bajo sebagai ibukota  Kabupaten Manggarai Barat, akan didorong dan dikembangkan menjadi pintu gerbang pariwisata di
Indonesia.

Menurut JK, pihaknya sudah bekerja sama dengan tiga universitas di Indonesia yakni  Universitas Paramedina Jakarta, Universitas Parahyangan Bandung, dan Universitas Nusa Cendana Kupang untuk menyusun master plan tata kota Labuan Bajo yang akan ditindaklanjuti dengan pembangunan fasilitas pendukung.

“Mudah-mudahan semuanya itu bisa membawa manfaat bagi masyarakat di Kabupaten Manggarai Barat  dan NTT, agar daerah ini bisa menjadi New Tourism Territory dan menjadi gerbang pariwisata dunia di masa mendatang,” ucapnya.*** (AVI)

Baca Juga :  Komjen Buwas: Jakarta pangsa terbesar peredaran Narkoba

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button