Home / Populer / Jusuf Kalla: Melarang Mobil Murah Itu Diskriminatif!

Jusuf Kalla: Melarang Mobil Murah Itu Diskriminatif!

Bagikan Halaman ini

Share Button

8

 

 

 
moral-politik.com. Jakarta – Wakil Presiden RI 2004-2009 M. Jusuf Kalla menegaskan soal larangan terhadap mobil murah, yang kini menjadi kontraversi adalah diskriminatif, karena menutup kesempatan bagi mereka yang berpenghasilan pas-pasan untuk membeli kendaraan roda empat.

“Kalau alasannya mobil murah menambah kemacetan, apakah mobil mahal tidak menyebabkan kemacetan?” tanya JK di sela-sela acara Singapore Summit, Jum’at malam (20 /9/2013) di Singapura.

Menurut JK, sepuluh tahun lalu orang mendesak perlunya mobil murah. Setelah pemerintah memberi kesempatan justru ditentang. Itu tidak adil bagi mereka yang berkemampuan rendah. Selain itu, kata JK, pelarangan tersebut bisa membayahakan negeri kita jika aksi seperti itu menjalar ke daerah-daerah lain, misalnya ada juga daerah di Indonesia yang melarang peredaran mobil mahal atau melarang peredaran komoditas tertentu.

JK berpendapat, kita semua sepakat untuk mengatasi kemacetan, tetapi melarang mobil murah itu jelas diskriminatif. Untuk mengatasi kemacetan dari dampak pertumbuhan kendaraan, bisa dilakukan dengan cara lain seperti pemberlakuan pajak tinggi bersifat progresif untuk semua jenis kendaraan secara adil, atau menaikkan tarif parkir di tempat-tempat umum. Dan, di saat yang sama transportasi massal ditingkatkan. Sehingga orang bisa beralih ke model transportasi umum.

“Bagi distributor sendiri, menjual mobil murah tidaklah lebih menguntungkan dari pada menjual mobil mahal. Karena prosentase keuntungannya sama, sedangkan nilai barangnya rendah,” analisis JK. Sebab, sambung JK, menjual mobil mahal dengan keuntungan 5 persen, keuntungan lebih besar dibanding menjual mobil murah dengan keuntungan 5 persen.

“Jadi bukan soal kepentingan bisnis,” pungkasnya. (HA)

Baca Juga :  Kasus PLS, Kejati NTT belum terima Rekomendasi KPK

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button