Home / Populer / Merusak Danau Toba, Relawan Jokowi Dukung Kembalikan Kalpataru

Merusak Danau Toba, Relawan Jokowi Dukung Kembalikan Kalpataru

Bagikan Halaman ini

Share Button

a1 kalpataru

 

 

Moral-politik.com. Penghargaan kepada pejuang lingkungan (Kalpataru) oleh pemerintah, namun kebijakan pemerintah sendiri tidak melindungi lingkungan, mendegradasi makna Kalpataru menjadi sekedar aktivitas birokrasi untuk alokasi biaya anggaran.

“Hal itu terjadi dalam pengelolaan lingkungan Danau Toba di Sumatra Utara, justru kebijakan pemerintah malah merusak Danau Toba. Maka kami mendukung pengembalian dua Kalpataru,” ungkap Sabar Mangadu, Ketua DPP Barisan Relawan Jokowi Presiden (Relawan Jokowi) di Jakarta, Senin (2/9).

Dua Kalpataru yang akan dikembalikan secara simbolik di Tugu Monas Selasa (3/9) adalah yang tahun 2005 diterima Marandus Sirait (Kabupaten Toba Samosir), Hasoloan Manik (Kabupaten Dairi). Wilmar Simanjorang (Samosir), dalam kesempatan yang sama juga akan mengembalikan penghargaan.

“Kami mengimbau masyarakat pecinta lingkungan turut mendukung pengembalian Kalpataru di Tugu Monas. Kalau kebijakan tidak sesuai dengan motif penghargaan, maka penghargaan itu ditiadakan saja,” kata Sabar.

Isu utama perusakan lingkungan Danau Toba adalah penggundulan hutan di daerah aliran sungai (DAS). Bukannya menggalakkan reboisasi, pemerintah malah memberi ijin penebangan hutan alam, seperti yang terjadi di daerah Tele.

Kemudian penyedotan air oleh Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan, yang hanya peduli pada besar tenaga listrik yang dibutuhkan untuk peleburan aluminium, namun tidak peduli pada tinggi permukaan air Danau Toba.

“Kondisi alamiah Danau Toba adalah 904 sampai 906 di atas permukaan laut (mean sea level). Kini permukaan turun naik tak terkendali, karena air yang disedot (intake) PLTA tak peduli pada tinggi permukaan,” tutur Sabar.

Bukan hanya pernyataan sikap yang jelas, “kontingen” Relawan Jokowi akan ikut ke Tugu Monas.

“Rakyat protes penggundulan hutan dan perlindungan tanah adat, malah ditangkap Polisi. Makanya harus segera ada perubahan mendasar di negeri ini,” ujarnya. (RJ)

Baca Juga :  Manggarai : Eksekusi tanah keluarga Ndaumanu nyaris ricuh

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button