Home / Sport / Ketua Gapoktan Desa Baadale Harus Transparan

Ketua Gapoktan Desa Baadale Harus Transparan

Bagikan Halaman ini

Share Button

23

 

moral-politik.com. Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Baadale, Kecamatan Lobalain, Agustinus Tulle diminta supaya transparan dalam mengelola keuangan kelompok terutama anggaran yang bersumber dari keuangan negara.

Permintaan itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao, David Detaq kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (11/9/2013).

David mengatakan hal itu menyikapi keluhan warga soal belum dilakukan penyaluran dana BLM PUAP tahap dua tahun 2013.

Menurutnya, dalam pengelolaan keuangan kelompok harus dilakukan secara transparan kepada seluruh kelompok tani agar tidak menimbulkan keresahan.

“Kita mengharapkan supaya keuangan dikelola secara transparan agar masing-masing kelompok tidak saling mencurigai,” ujarnya.

Dikatakannya, keberadaan dana tersebut di Gapoktan untuk memberdayakan perekonomian masyarakat. Sehingga tidak ada alasan bagi pengurus Gapoktan untuk tidak menyalurkan dana itu.

“Pemerintah melalui instansi terkait harus proaktif untuk lakukan pengawasan dan memberikan pelatihan soal mekanisme penggunaan dana itu,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Baadale, Kecamatan Lobalain, Agustinus Tulle mengatakan pengembalian dana Bantuan Langsung Masyarakat melalui Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (BLM PUAP) yang disalurkan Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2012 lalu ke sejumlah Kelompok Tani (Poktan) di Desa Baadale, Kecamatan Lobalain macet.

Dijelaskannya, dalam TA.2012 lalu Kementerian Pertanian menyalurkan anggaran senilai Rp100 juta untuk Gapoktan Desa Baadale yang kemudian disalurkan ke empat kelompok tani yang ada di desa itu.

Sesuai petunjuk juknis, anggaran yang disalurkan itu peruntukannya untuk berbagai seperti usaha tani, pengolahan, usaha sarana dan prasarana produksi, usaha pemasaran serta usaha keuangan mikro.

“Anggota Poktan sudah menjalankan berbagai usaha namun karena produksi menurun sehingga usaha mereka macet yang berdampak pada pengembalian dana,” katanya. (lima)

Baca Juga :  Walikota Kupang akan tutup aktivitas PT Bumi Flores

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button