Home / Sport / Kontraktor Akui Gunakan Pasir Lokal dan Batu Gunung

Kontraktor Akui Gunakan Pasir Lokal dan Batu Gunung

Bagikan Halaman ini

Share Button

9

 

 

moral-politik.com. Rote Ndao – Rekanan yang mendapatkan sub pekerjaan memasukan material pasir dan batu ke lokasi pekerjaan pembangunan fasilitas pelabuhan (faspel) Batutua di Kecamatan Rote Barat Daya, Johanis Bouk atau biasa disapa Ateam membenarkan pelaksanaan pekerjaan fasilitas menggunakan pasir lokal.

Pengakuan itu disampaikannya saat ditemui wartawan di kediamannya, Sabtu (21/9/2013).
Dalam pekerjaan dengan menggunakan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara TA.2013 senilai Rp9,3 miliar lebih tersebut sesuai perencanaan menggunakan pasir takari.

Kepada moral-politik.com Ateam berdalih, pihaknya mengalihkan material yang tidak sesuai perencanaan proyek karena beranggapan bahwa material local juga bermutu. Sementara khusus material batu kata Ateam, pihaknya tidak mendatangkan batu dari Kupang sebagaimana tercantum dalam spesifikasi teknis dikarenakan jarak angkut yang cukup jauh dan membutuhkan waktu yang lama.

“Kami memang menggunakan batu dan pasir local. Kami terpaksa lakukan itu agar pelaksanaan pekerjaan bias jalan,” kata Ateam.

Terhadap persoalan itu, anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao, N. ST. Haning yang dikonfirmasi wartawan di gedung DPRD Kabupaten Rote Ndao, Kamis (19/9) kemarin mengatakan tindakan rekanan yang menggunakan material tidak sesuai spek berdampak pada terjadinya kerugian keuangan Negara.

Selain itu lanjut politisi asal Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu, penggunaan material di luar perencanaan tersebut juga sangat membahayakan penggunaan fasilitas itu selanjutnya. Bahkan dikuatirkannya, hasil pekerjaannya nanti tidak bertahan lama.

“Pelaksanaan pekerjaan yang di luarperencanaan itu juga disebabkan karena lemahnya pengawasan,” tandasnya.

Sebelumnya, proyek Kementrian Perhubungan Republik Indonesia melalui Satuan Kerja Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Ba’a pada pekerjaan pembangunan lanjutan Fasilitas Pelabuhan Laut (Faspel) Batutua di Kecamatan Rote Barat Daya Tahun Anggaran 2013 oleh PT. Pilar Dasar Membangun dengan menggunakan anggaran yang bersumber dari APBN TA.2013 senilai Rp.9. 365. 700. 000 kualitasnya diragukan.

Baca Juga :  Pelayanan PMI Kota Kupang Belum Optimal

Pasalnya material pasir yang digunakan dalam proyek itu tidak sesuai spesifikasi teknik yang ditentukan sebab kontraktor yang melaksanakan pekerjaan itu diduga menggunakan material pasir lokal yang dibeli dari penambang-penambang pasir liar yang beroprasi di sekitar lokasi Saku Batun, Dusun Nggauk Desa Batutua.

“Pasir lokal ini dibeli dengan harga Rp150 ribu per ret dari penambang lokal. Pasir lokal ini kemudian dicampur dengan pasir takari. Ini dilakukan supaya ada kesan bahwa pasir yang digunakan sesuai spek yakni pasir takari,”ungkap salah seorang buruh di pelabuhan itu. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button