Home / Sport / Korban Pembantaian Anggota DPRD TTS Dirujuk ke Surabaya

Korban Pembantaian Anggota DPRD TTS Dirujuk ke Surabaya

Bagikan Halaman ini

Share Button

3foto: ilustrasi

 

moral-politik.com. Korban pembantaian yang dilakukan anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yang diduga terkait utang-piutang, Samy Wohangara dirujuk ke RS Premier Surabaya, Selasa (3/9/2013).

Proses evakuasi korban yang adalah pegawai Bank BRI Cabang Soe, Timor Tengah Selatan itu menggunakan pesawat carteran Susi Air, setelah RS Bhayangkara Kupang tidak mampu menangani luka korban yang melingkar di pinggangnya hingga mengenai tulang belakang.

“Kondisi suami saya saat ini sudah mulai membaik karena sudah ditangani dokter dan paramedis di rumah sakit Premier Surabaya,” kata istri korban, Rosalina Wohangara yang dihubungi dari Kupang, Selasa.

Dia mengatakan, proses evakuasi itu dilakukan oleh pihak BRI setelah melihat kondisi korban yang tidak bisa ditangani oleh dokter dan paramedis di RS Bhayangkara Kupang.

Selain itu, lanjut Rosalina, peralatan yang ada di rumah sakit milik polisi itu tidak cukup memadai untuk menangani luka yang diderita korban.

Rosalina yang juga didampingi anaknya, Alan Wohangara itu menyesali perbuatan yang dilakukan oleh seorang wakil rakyat yang dipilih oleh rakyat.

“Saya sangat menyayangkan sikap yang dilakukan oleh seorang wakil rakyat itu,” kata Rosalina dengan nada sedih.

Anggota DPRD Timor Tengah Selatan dari Fraksi Partai Demokrat, Maksi Lian alias Cungkak, membantai seorang pegawai BRI Cabang Soe, Timor Tengah Selatan dengan sebilah klewang hingga sekarat, Senin (2/9).

Pembantaian yang menimpa pegawai bagian kredit itu diduga terjerat masalah piutang yang belum dilunasi anggota dewan tersebut, di kompleks gedung DPRD TTS.

Samy yang mengalami luka di bagian punggung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) SoE untuk dirawat sebelum dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kupang.  Setelah menebas korban, Maksi Lian melarikan diri membawa barang bukti menggunakan sebuah mobil kijang warna silver, dan sempat membuang barang bukti kelewang di kandang babi miliknya di belakang rumahnya, Kelurahan Oebesa, Kecamatan Kota SoE sebelum menyerahkan diri di Polres TTS.

Baca Juga :  RD. Agus Berek: Tidak Ada Sistem Kudeta

Informasi yang dihimpun mengatakan, Maksi Lian memiliki pinjaman multiguna pada BRI Cabang SoE sejak tahun 2011 sebesar Rp200 juta.

Pinjaman itu masuk kategori kredit bermasalah hingga ditangani Samy Wohangara. Pinjaman tersebut memiliki jangka waktu pelunasan selama lima tahun dengan angsuran sebesar Rp5,5 juta/bulan, dengan sisanya Rp150 juta. (Ikzan)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button