Home / Sport / Kota Kupang Mulai Dilanda Krisis Air Bersih

Kota Kupang Mulai Dilanda Krisis Air Bersih

Bagikan Halaman ini

Share Button

4

 

 

moral-politik.com. Menurunnya debit air berakibat pada krisis air bersih. Krisis air bersih ini akan melanda Kota Kupang. Hal ini akan berdampak parah pada puncak kemarau tahun ini. Hal itu ditandai dengan terus menurunnya debit sumber air akibat kemarau.

Penyebab lain menurunnya debit air, karena hutan di daerah tangkapan air telah gundul. Kawasan hutan di wilayah perbukitan Kelurahan Sikumana dan Fatukoa, Kota Kupang kini sudah kehilangan fungsi. Permukiman penduduk terus bermunculan di dua wilayah tersebut. Warga membeli tanah kemudian menebang pohon dan selanjutnya membangun rumah.

Kepala Bagian Pelayanan Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kupang,  Klemens Man kepada moral-politik.com, Sabtu (7/9/2013) mengatakan, sesuai peraturan daerah (Perda) Tata Ruang, kawasan tersebut harus bebas dari permukiman.

“Tetapi apa yang terjadi, saat ini permukiman terus bermunculan sehingga menjadi ancaman serius bagi sumber-sumber air,” katanya.

Menurut Man, dampak dari pengundulan hutan ada tiga sumber air di Kupang yang debitnya mengalami penurunan yakni Oeleu, Haukolo, dan Oepura. Debit sumber air Oepura misalnya, turun hingga 40% dan dikhawatirkan terus menurun hingga puncak kemarau pada Oktober sampai Desember.

Sumber Air Oepura, lanjutnya, biasanya dimanfaatkan untuk mengairi persawahan kini sudah dibatasi, sehingga hanya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan minum, mandi, dan cuci.

“Air Oepura digunakan untuk mengairi sawah dan untuk kebutuhan PDAM. Kalau kemarau air tidak cukup sehingga tidak bisa dialirkan ke sawah,” katanya. (richo)

Baca Juga :  Manajemen RSUD Johannes Ajukan Ranperda Kenaikan Tarif

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button