Home / Sport / KPHP Rote Ndao Tangani 40.730 ha Hutan

KPHP Rote Ndao Tangani 40.730 ha Hutan

Bagikan Halaman ini

Share Button

KPHP Stefanus M.Saek,SE,MSi

moral-politik.com. Sesuai Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor  SK.333/Menhut-II/2010 tanggal 26 Mei 2010 tentang penetapan wilayah KPHP Model Rote Ndao dan keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 14/KEP/HK/2010 Tanggal 11 Januari 2010 tentang pembentukan wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Propinsi NTT menetapkan luas wilayah KPH Model Rote Ndao adalah KPHP  sebesarr 40.730 hektaare.

Hal ini dikemukakan Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kabupaten Rote Ndao, Stef Saek kepada moral-politik.com di ruang kerjanya akhir pekan kemarin.

Dijelaskan Stef, dari total 40.730 hektaare luas hutan yang ditangani meliputi hutan produksi seluas  kurang lebih 25.221 Ha dan hutan lindung luasnya mencapai 15.509 Ha.

“Batas dan luas itu berdasar yang tertera pada peta bukan merupakan acuan status dan fungsi kawasan hutan dan akan disesuaikan apabila terjadi perubahan tata ruang,” ujarnya.

Lebih lanjut Stef menjelaskan, dalam pengelolaan hutan pihaknya akan melakukan sejumlah hal demi pelestarian hutan yakni menjamin keberadaan hutan dengan luasan yang cukup dalam sebaran yang proporsional, mengoptimalkan aneka fungsi hutan dan ekosistem termasuk perairannya yang meliputi fungsi konserfasi, lindung, produksi kayu dan non kayu, jasa lingkungan untuk mencapai manfaat lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi yang seimbang dan lestari.

Selain itu sebutnya, dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan daya dukung daerah aliran sungai, mendorong peran serta masyarakat dan menjamin distribusi manfaat yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Lebih lanjut Stef  mengatakan, untuk perluasan kawasan hutan serta penghijauan kembali atas lahan yang tandus, tahun ini pihaknya akan melakukan penanaman sejumlah jenis tanaman hutan produksi di atas lahan seluas 40 hektaare.

Penanaman itu kata Saek, dilakukan pihaknya sebagai salah satu tindaklanjut program penanaman satu juta pohon yang dicanangkan oleh Pemerintah pusat. Selain itu juga dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat yang bersumber dari pengelolaan hasil hutan.

Baca Juga :  Masyarakat TTU Diajak Bangun Daerah dari Koperasi

“Tahun ini kami melakukan penanaman pada 40 hektaare. Saat ini masih dalam perencanaan dan penanamannya dilakukan bulan Nopember nanti,” terangnya. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button