Home / Pena_VJB / Larisnya “Jokowi” di Hong Kong, bekas pun Jadilah!

Larisnya “Jokowi” di Hong Kong, bekas pun Jadilah!

Bagikan Halaman ini

Share Button

Foto 1 Ferry Alfiand Tjung Phin berfoto bersama para migram sebelum aksi
 Ferry Alfiand Tjung Phin bersama anggota Relawan Jokowi Hong Kong, sebelum aksi ke KJRI Minggu 15/9. Inilah kaos yang “terpaksa beli bekas.”

moral-politik.com. HONG KONG.  Kegiatan-kegiatan pendukung Jokowi selalu melahirkan kisah unik, alkisah yang selalu segar (ever green); tak lekam di santap waktu, karena tentang kemanusiaan dan cita-cita kebebasan yang menjadi roh perjuangan masyarakat global.

Fenomena Jokowi dan Relawan Jokowi adalah makanan lezatnya jurnalis. Oplah naik, rank Alexa.com apalagi….

Satu alkisah menarik lain manakala Ferry Alfiand Tjung Phin, Ketua DPP Barisan Relawan Jokowi Presiden (Relawan Jokowi, atau Bara JP), secara khusus datang ke Hong Kong untuk mendukung aksi migran Minggu (15/9/2013) untuk memperjuangkan hak.

Dengan ongkos sendiri, dari Jakarta Ferry membawa sejumlah spanduk dan ratusan kaos bertuliskan Jokowi. Tiba di Hong Kong Sabtu (14/9), malam harinya, para migran langsung banyak berkunjung untuk membeli kaos.

Lantaran Sabtu malam sudah banyak yang terjual, ketika aksi ke KJRI Minggu siang, tak banyak lagi yang bisa dijual. Sebetulnya Bara JP Hong Kong mau menyimpan sisa kaos sebagai persediaan, karena banyak anggota yang sudah pesan.

Namun karena di lokasi aksi banyak peserta yang menanyakan kaos seperti yang dipakai para Relawan Jokowi, tak tega, akhirnya persediaan pun terpaksa dijual saja.

“Dalam tempo singkat, kaos langsung terjual habis. Karena jumlah tak banyak, pada rebutan,” ungkap Liana Citra, pengurus Bara JP Hong Kong.

Ketika kaos sudah ludes, masalah tidak selesai. Masih banyak migran yang mendesak. Mereka menduga, Pengurus Bara JP masih punya stok kaos. Namun mau bagaimana, persediaan memang sudah habis.

Kemudian seorang migran membujuk Citra, supaya menjual kaos yang dikenakan. Awalnya, Citra menyangka, migran itu hanya bercanda, atau “menjalankan” trik khusus agar sisa kaos dikeluarkan.

Baca Juga :  Banggar DPRD Setuju Anggaran Mendahului, Walikota Sertakan Surat Mendagri

“Saya sampaikan, kaos memang sudah habis. Bukan pura-pura, beneran,” ungkap Citra melalui telepon kepada Media Center Bara JP di Jakarta.

Karena orang itu terus mendesak membeli kaos yang dipakai oleh Citra, tak tega, akhirnya Citra melepas kaosnya.

“Begitu saya setuju, wajah orang itu langsung berbinar, laksana memperoleh titipan anak yang sudah ngambek harus dibelikan sesuatu,” tuturnya.

Itulah kisah beli kaos bekas, kecintaan luar biasa para perubahan yang terjanjikan melalui sosok Jokowi.

Ada kisah lain lagi dari Ferry Alfiand Tjung Phin. Sesampai di hotel, para pengurus Bara JP yang sudah tahu jadwal tiba, langsung datang ke hotel.

“Mereka mau mendengar langsung kisah apa saja tentang Jokowi. Meskipun sebagian besar sudah mereka baca di grup https://www.facebook.com/groups/jokowipresiden7/, tetapi masih saja  ingin mendengar secara lisan,” ungkap Ferry.

Jadilah para migran mengobrol hingga larut malam dengan Ferry. Asyik ngobrol sana-sini tentang Jokowi.

Apakah hanya migran yang selalu rindu bicara Jokowi? Tentu tidak. Semua kalangan sudah membicarakan Jokowi. Di warung, di pasar, di mana saja, Jokowi selalu bahan pembicaraan. Semua sudah tahu, tetapi semua masih ingin membicarakannya.

Kisah tak kalah menarik, meski bukan Jokowi yang datang ke Hong Kong tetapi hanya Ferry sebagai Ketua DPP Relawan Jokowi, malah menjadi narasumber untuk pers Hong Kong dan Taiwan. Ferry diwawancarai sejumlah wartawan setempat.

“Mereka sudah tahu kita ini cuma Relawan, tapi masih mereka wawancarai juga. Bukan karena Bara JP menarik buat mereka, tentu saja karena Jokowi yang media darling,” kata Ferry terkekeh. (erny/rj)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button