Home / Pena_VJB / Lemahnya Perhatian, 12 Investor Tinggalkan Rote Ndao

Lemahnya Perhatian, 12 Investor Tinggalkan Rote Ndao

Bagikan Halaman ini

Share Button

5

 

moral-politik.com. Hingga saat ini tingkat investasi penanaman modal di wilayah Kabupaten Rote Ndao sangat rendah bila dibanding tahun-tahun sebelumnya. Padahal sumber daya alam yang ada di Kabupaten Rote Ndao sangat memungkinkan bagi para investor baik dari dalam negeri untuk berinvestasi di Kabupaten Rote Ndao.

Betapa tidak, dari 18 investor yang masuk ke Kabupaten Rote Ndao, 12 diantaranya sudah memilih meninggalkan Rote Ndao. Hal itu, kemungkinan disebabkan karena lemahnya perhatian dalam menunjang investor untuk tetap berada di Kabupaten Rote Ndao.

Demikian disampaikan Kepala Badan Penanaman Modal Kabupaten Rote Ndao, Anthon Balluk kepada moral-politik.com di ruang kerjanya, Selasa (3/9/2013).

“Kabupaten Rote Ndao memiliki potensi  yang besar namun  masih sedikit jumlah perusahan baik di dalam negeri maupun luar negeri yang berinvestasi pada hal kami sudah cukup mempromosikan terutama saat ada kegiatan pameran baik di Kupang maupun di Jakarta,” katanya.

Untuk menunjang investasi di Kabupaten Rote Ndao, Pemkab Rote Ndao diharapkannya supaya beri perhatian serius dengan menyediakan sarana dan prasarana penunjang investasi yang masuk.

Lebih Lanjut Anton menjelaskan, hingga tahun 2010 lalu terdapat tiga Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang menanamkan modalnya di Kabupaten Rote Ndao yakni PT.Nemberala Paradise (PMA) yang bergerak dalam bidang jasa akomodasi (Hotel) dengan nilai investasi US  $ 475.000 yang berlokasi di Desa Nemberala Kecamatan Rote Barat dengan tenaga kerja terserap satu orang Warga Negara Asing (WNA) dan 30 orang Warga Negara Indonesia (WNI).

Selain itu sebutnya, PT. Telkomsel (PMDN) yang bergerak di bidang jasa Telekomunikasi seluler yang telah membangun delapan BTS di 8 Kecamatan, PT.Indosat yang bergerak dalam bidang jasa telekomunikasi seluler yang telah membangun dua BTS di kecamatan lobalain dan Kecamatan  Rote Barat Laut.

Baca Juga :  Kemendikbud Belum Bayar Utang Rekanan Cetak Naskah UN

Perusahan lain yang berinvestasi di Kabupaten Rote Ndao yakni CV. Hiro (PMDN) yang bergerak di sektor budidaya mutiara dengan nilai investasi US $ 200.000 yang berlokasi di Pulau Landu, Desa Oebou, Kecamatan Rote Barat Daya dengan tenaga kerja terserap 17 orang WNI. Jumlah Mutiara yang dihasilkan perusahan itu tahun 2009 sebesar 3.877 gram.

“Ada juga perusahaan yang mendapat penyertaan modal dari pemerintah yaitu PD. Ita Esa yang merupakan badan Usaha Milik Daerah Kabupaten Rote Ndao yang begerak di bidang jasa konstruksi, penggemukan ternak, penyediaan pupuk serta jasa penyediaan ATK/Foto Copy dalam operasionalnya memperkerjakan 37 tenaga kerja dan mendapatkan penyertaan modal dari pemerintah sebesar Rp2 miliar. Sedangkan PDAM yang juga BUMD bergerak dalam bidang pengelolaan air minum mendapatkan penyertaan modal dari pemerintah sebesar Rp4 miliar,” terangnya.

Ditambahkannya, saat ini terdapat 11 perusahan yang berminat untuk berinvestasi di Rote Ndao  yaitu  PT. Bali Island Reality yang bergerak dalam bidang jasa Akomodasi (Cotage), PT. Karya Prima Mandiri Persada, PT. Kharisma Kreasi Abadi, PT. Multikarya suksesindo, PT. Investa Pratama Inti Karya, PT. Duta Globalinda Perkasa Jaya, PT.Panca Mitra Utama Karya yang bergerak dalam bidang pertambangan mangan.

Selain itu, sebutnya, PT. Mega Budimanganisan bergerak dalam bidang usaha gypsum, PT. Merukh Enterpries bergerak dalam bidang pembanguanan bandara,  bergerak dalam bidang penyediaan air bersih dari laut, PT. Merukh Rote-Oe bergerak dalam bidang pembangunan towship, PT. Merukh Lobalain Propertis bergerak dalam bidang usaha perkotaan untuk tenaga local, PT. Merukh Tourism Do’o, PT. Merukh Power Plant Rote, PT. Merukh Nemberala Properties T-Land Resort bergerak dalam bidang pembangunan turisma untuk penyediaan infrastruktur dalam rangka pembangunan dan pengembangan cadangan minyak bumi/petroleum di wilayah selatan Pulau Rote, pembangunan power  Plant 300 Megawatt, pembangunan towship perkotaan untuk tenaga ekspatriat, T-Land Resort bergerak dalam bidang accomodation (Hotel dan Rooms).

Baca Juga :  Walikota Kupang Kuatir Listrik Terancam Padam Juni Ini

“Yang sementara berjalan saat ini untuk berinvestasi di Rote adalah PT. Akwindoko bergerak dalam bidang komoditi pertanian  seperti jagung, ubi kayu dan beberapa jenis komoditi yang berlokasi di Rote Timur dan Pantai Baru dengan membutuhkan 5000 hektar tanah pertanian,” katanya. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button