Home / Sport / Lurah Nefonaek Awasi Siswa Berkeliaran dan Sosialisasi Sampah

Lurah Nefonaek Awasi Siswa Berkeliaran dan Sosialisasi Sampah

Bagikan Halaman ini

Share Button

IMG-20130506-00011(1)

 
Moral-politik.com. Pemerintah Kelurahan Nefonaek,  Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang  gencar melakukan pengawasan secara intens terhadap setiap siswa sekolah  di wilayah. Pengawasan itu dalam rangka mengatasi masalah siswa yang bolos sekolah agar tidak keluyuran pada jam sekolah.

“Sebagai pemimpin di Kelurahan Nefonaek, saya melakukan pengawasan secara intens agar tidak ada siswa yang keluyuran pada saat jam sekolah. Sebelumnya, di wilayah Nefonaek pada jam sekolah banyak siswa yang berkeliaran pada jam sekolah.  Mereka ada yang duduk di depan kios dan juga ada yang pergunakan kesempatan itu untuk bermain billiard,” kata Lurah Nefonaek, Titus Ratuarat kepada Moral-politik.com di Kupang, Senin (02/09/2013).

Menurutnya, pegawasan yang dilakukan ini dimulai jam sekolah yakni jam 07.00 pagi saat berangkat ke kantor Lurah dilakukan patroli pada semua jalan dekat lokasi sekolah yang ada di kelurahn tersebut.

“Di wilayah kami ada tiga sekolah, maka sebelum berangkat ke kantor saya melakukan pengontrolan pada lokasi jalan yang ada di wilayah tersebut untuk memantau siswa yang berkeliaran,” katanya.

Ia mengatakan, tujuan pengawasan yang dilakukan olehnya yakni melihat proses masuk sekolah di Kota Kupang sudah sangat susah, makanya jika anak-anak yang sudah diusahakan oleh orang tuanya untuk mendapat sekolah yang diinginkan harus betul sekolah, jangan sudah susah dapat sekolah dan begitu dapat sekolah tidak mengikuti kegiatan belajar pada jam sekolah, maka orang tua kecewa dengan usaha yang sudah diperjuangkan, tetapi  anaknya tidak memanfaatkan dengan baik.

Selain itu, kata Titus, pihak kelurahan juga melakukan pengawasan soal masalah lingkungan seperti sampah. Dimana dirinya terus meningkat sosialisasi kepada masyarakat untuk bisa membuang sampah tepat jam sesuai yang sudah ditentukan, sehingga proses pengangkutan sampah bisa berjalan dengan baik.

Baca Juga :  Ketua Gapoktan Desa Baadale Harus Transparan

“Masalah sampah saya bekerjasama dengan masyarakat agar membuang sampah harus dimulai dari jam 05.00 pagi hingga jam 06.00 pagi, karena jam tersebut sesuai jadwal dari mobil pengangkutan samapah dari Dinas Kebersihan Kota Kupang mengangkut sampah, sehingga sampah tersebut jangan terlihat tertumpuk di tempat pembuangan sementara (TPS) yang ada,” katanya. (Nyongky)
,

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button