Home / Sport / Masyarakat Rote Ndao “Doyan” Pakai KB Implan

Masyarakat Rote Ndao “Doyan” Pakai KB Implan

Bagikan Halaman ini

Share Button

5

 

 

moral-politik.com. Hingga saat ini kesadaran warga di Kabupaten Rote Ndao melaksanakan program Keluarga Berencana (KB) yang dicanangkan pemerintah yakni Intra Uterus Divise/Spiral (IUD), Medis Operasi Pria (MOP), Medis Operasi wanita (MOW), Implant/susuk (IMP), Suntikan (SUN), Pil dan Kondom cukup menggembirakan.

Namun dari berbagai jenis KB tersebut, KB non Metode Kontrasentif Pengunaan Jangka Panjang (MKPJP) metode kontrasentif yang paling dominan digunakan warga.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Rote Ndao, Dra.Helena Reke saat ditemui moral-politik.com di ruang kerjanya, Jumat (13/9/2013).

“Kebanyakan masyarakat di sini gunakan KB jenis MKPJP metode kontrasentif berupa pil dan  suntik sedangkan KB kontrasentif  berupa pemasangan susuk IUD, non hormonal masih kecil sehingga kami terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat bahwa alternatif yang paling baik itu IUD tetapi sampai sejauh ini masih dianggap tabu oleh ibu-ibu,” terangnya.

Tingginya prosentase penggunaan KB MKPJP non kontrasentif berupa  implan, susuk disebabkan karena rutinitas masyarakat dalam kesibukan pekerjaan.

Dikatakan Helena, meningkatnya kesadaran warga untuk mengikuti program KB menyebabkan angka kelahiran di Kabupaten Rote Ndao dapat ditekan.

“Berdasar data Badan Pusat Statistik, laju pertumbuhan penduduk di Rote Ndao sejak tahun 2010 alami penurunan yang disebabkan karena kesadaran warga untuk melaksanakan program KB melalui terpadu metode Medis Operasi Wanita (MOW),” katanya.

Tingginya kesadaran warga untuk melaksanakan program KB kata Helena, menyebabkan jumlah ibu yang melahirkan setiap tahunnya alami penurunan.

“Sejak tahun 2011 hingga tahun 2013 sebanyak 816 orang ibu yang berhasil menekan angka kelahirannya,” terangnya.

Untuk meningkatkan kesadaran warga dalam melaksanakan program KB, kata Helena pihaknya terus lakukan berbagai upaya seperti sosialisasi pelayanan keliling pelayanan KB, pemutaran film dan lakukan penyuluhan pada balai penyuluhan pada enam kecematan yang ada di Kabupaten Rote Ndao di Kecamatan Rote Timur, Pantai Baru, Rote Tengah, Rote Selatan, Rote Barat Laut dan Rote Barat.(lima)

Baca Juga :  Kurikulum Baru Tak Ada Lagi Ujian Nasional SD

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button