Home / Populer / Mulyana W. Kusuma: Capres PDIP Masih di Saku Megawati!

Mulyana W. Kusuma: Capres PDIP Masih di Saku Megawati!

Bagikan Halaman ini

Share Button

4

 

moral-politik.com. Jakarta. Teka-teki siapa tokoh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang diusung menjadi Capres pada pemilu 2014 mendatang, sampai saat ini masih dalam bayang-bayang semua orang. Elektabilitas Joko Widodo yang kian melambung saat ini belum meluluhkan hati petinggi partai berlambang moncong putih itu untuk menentukan Capresnya.

Dari berbagai survey yang dilakukan lembaga-lembaga survey menunjukkan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo menempati urutan teratas dari sejumlah tokoh politik di Indonesia, namun partai yang mewarisi historis Bung Karno itu belum juga menentukan calon presidennnya untuk bertarung dalam pemilu 2014 mendatang.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau yang biasa di panggil Jokowi memimpin semua hasil survey. Baik Litbang Kompas, LSI dan lembaga survey lainnya menempatkan Jowowi sebagai jawaranya. Elektabilitasnya melesat naik 50% dari hasil survey sebelumnya dan mengalahkan wajah-wajah lama. Pertanyaannya, strategi apa yang sedang dimainkan oleh sang ratu adil?

Direktur Eksekutif Seven Strategic Studies Mulyana W. Kusuma, yang dihubungi moral-politik.com melalui telepon selularnya, Jumat (20/9/2013) malam di Jakarta mengatakan, kecenderungan elektabilitas PDIP yang menurut lembaga-lembaga survey enam bulan terakhir ini terus meningkat mengarahkan pada prediksi PDIP akan mampu mencapai atau setidak-tidaknya mendekati persyaratan Presidential Threshold 20 persen kursi DPR atau 25 persen perolehan suara pemilu legislatif 2014, PDIP akan menjadi sentral yang menentukan bila berkoalisi dengan parpol lain untuk mengusung capres/cawapres.

Lebih lanjut mantan Ketua KPU ini manandaskan, PDIP yang berkembang di bawah kepemimpinan Ketua Umum Megawati Soekarno Putri diyakini tidak akan meninggalkan kaitan historisnya dengan Bung Karno. Hal ini akan menjadi faktor utama penentuan bakal capres/cawapres yang diusung PDIP atau koalisi PDIP.

Baca Juga :  Jaksa PU KPK dakwa Budi Mulya korupsi bersama Boediono

Dengan latar belakang identitas yang menyejarah terkait Bung Karno, dapat dipastikan PDIP atau koalisi PDIP akan mengusung salah seorang tokoh PDIP sebagai capres atau cawapres.

Lebih jauh Kusuma mengungkapkan, bila PDIP atau koalisi PDIP memutuskan pencapresan Jokowi yang trend elektabilitasnya terus menanjak menurut lembaga-lembaga survey, diprediksi Puan Maharani atau Muhamad Prananda Prabowo akan diusung sebagai cawapres. Terbuka pula kemungkinan Megawati Soekarno Putri sebagai capres dan Jokowi sebagai cawapresnya.

Jika Jokowi, sambung Kusuma, ditetapkan sebagai capres PDIP atau koalisi PDIP, sangat tipis kemungkinan tokoh nasional lain di luar historis Bung Karno, apalagi yang bukan dari internal PDIP untuk menjadi cawapres sebagaimana banyak dispekulasikan dalam wacana politik akhir-akhir ini. (MRL)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button