Home / Populer / Musim Terik, Petani Kupang Beralih ke Palawija

Musim Terik, Petani Kupang Beralih ke Palawija

Bagikan Halaman ini

Share Button

7

 

 

 

moral-politik.com. Musim kemarau yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak membuat para petani kehabisan asa. Sebagian petani di Kupang, misalnya, mereka memanfaatkan sumur bor untuk menanam palawija.

“Kalau saat musim hujan kami manfaatkan air yang ada dengan menanam padi, di musim kemarau kami harus menanam palawija agar bisa bertahan hidup,” kata Leksi, salah seorang petani di Kota Kupang, yang ditemui moral-politik.com, Sabtu (21/9/2013).

Menurutnya, usaha tersebut sudah rutin dilakukan setiap tahun pada saat musim kemarau dengan memanfaatkan sumur bor yang ada.

Dia mengatakan, lahan miliknya saat ini ditanami jagung, kacang-kacangan dan sayuran untuk memenuhi sebagian kebutuhan masyarakat Kota Kupang.

“Untuk pemasaran kami tidak perlu ke pasar, karena para pedagang sayur dari beberapa pasar tradisional¬† langsung datang membeli,” ujarnya.

Aktivitas serupa juga dilakukan Obet. Petani yang bermukim di Kelurahan Oepura ini mengaku, mereka tidak saja bergantung pada padi yang hanya ditanam sekali se tahun.

“Kami bersyukur karena pemerintah juga menyiapkan sumur bor, sehingga bisa dimanfaatkan untuk bertanam palawija di musim kemarau seperti sekarang ini,” katanya.

Kata dia, tanaman seperti jagung, kacang-kacangan dan sayuran menjadi pilihan bagi para petani di Kota Kupang dan sekitarnya agar tetap mendapat penghasilan.

“Ketong (kami) harus tanam jagung atau sayur agar ada penghasilan. Mau kasi makan apa keluarga, kalau hanya mengandalkan padi,” tukasnya.***(AVI)

Baca Juga :  PDB : Jokowi-Jusuf Kalla lebih dahsyat dari Jokowi-Megawati

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button