Home / Pena_VJB / Nafsiah Mboi Akan Atasi Disparitas Pembangunan Bidang Kesehatan

Nafsiah Mboi Akan Atasi Disparitas Pembangunan Bidang Kesehatan

Bagikan Halaman ini

Share Button

4

 

 

moral-politik.com. Menteri Kesehatan RI, Nafsiah Mboi mengatakan, disparitas atau  kesenjangan pembangunan bidang kesehatan di Indonesia khususnya antardaerah jika dilihat dari mutu pelayanan dan ketersediaan tenaga kesehatan yang ada, perlu segera diatasi.

“Untuk mengatasi  disparitas  itu perlu kerja keras semua komponen masyarakat dengan ujung tombaknya pelaku bidang kesehatan,” kata Nafsia Mboi di Kupang, Kamis (6/9/2013).

Menurutnya, di Indonesia rasio dokter dengan kebutuhan masyarakat standarnya harus 11 dari  100 ribu penduduk, tetapi saat ini baru 9,5. Perawat dari standar 117 baru 93,6. Bidan dari standar 75 sudah terlampaui yakni 76,4 per 100 ribu penduduk.

“Rasio dokter per 100 ribu penduduk yang sudah terlewati adalah DKI Jakarta, Sulawesi Utara  (Sulut), Bali,Daerah Istimewa Yogyakarta, Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar),Aceh dan Sulawesi Selatan (Sulsel). Demikian halnya dengan dokter gigi, daerah yang  sudah melampau rasio secara nasional adalah DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Sulsel dan Banten,” katanya.

Dia menjelaskan, untuk dokter spesialis, dengan rasio 9 per 100 ribu penduduk saat ini sudah  9,2. Namun demikian, ada daerah yang sudah terlampau DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Sulut dan  Sulsel. Selain itu, rasio perawat sudah lebih banyak yang melampau di 20 provinsi dengan  rasio 117 perawat per 100 ribu penduduk.

Karena itulah, kata dia, Depkes minta daerah yang masih kekurangan tenaga kesehatan  merencanakan berapa kebutuhan, dan merencanakan menyekolahkan dokter maupun tenaga kesehatan  lainnya dengan komitemn setelah selesai mereka harus kembali mengabdi di daerah. .

“Harus kita akui, kita masih  mengalami ketimpangan seperti ini, mutu yang kurang. Untuk itulah kita mengharapkan advokasi pemerintah daerah, karena daerah punya kepentingan terhadap  pelayanan kesehatan dasar masyarakat,” paparnya.

Baca Juga :  Tugas NTT Usai Pesta Sail Komodo 2013 (2)

Istri mantan Gubernur NTT Ben Mboi itu menuturkan,  dari sisi prasarana kesehatan, secara  nasional di Indonesia saat ada 9000 Pukesmas. 6342 buah diantaranya non rawat inap, 3239 yang rawat inap. Sementara untuki rasio pelayanan 3,8 Puskesmas untuk 100 ribu penduduk. Yang  terjadi saat ini 3,3 untuk 100 ribu penduduk, 3,8 satu pukesmas untuk 100 ribu penduduk,  sekarang 3,3 sudah tercapai standar. Ada disparitas yang masih besar.

Dilihat dari jumlah rumah sakit, tambahnya, saat ini ada 829 RS pemerintah dengan 174.230  tempat tidur, RS swasta 1309 dengan 119. 201 tempat tidur. Memang jumlah tempat tidur cukup. Sedangkan standar pelayanan cukup.

“Kita sudah membuat road map jangka panjang untuk 20 tahun pembangunan di bidang kesehatan.  Ini bertujuan agar upaya kuratif akan semakin berubah dan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat semakin baik,” katanya lagi.*** (AVI)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button