Home / Sport / Pasien di Ruangan Khusus bukan Ditelantarkan

Pasien di Ruangan Khusus bukan Ditelantarkan

Bagikan Halaman ini

Share Button

dr. Hendrik Besin~ Dirut RSUD Atambua(1)

 

 

 

 

moral-politik.com. Atambua – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Atambua dr. Hendrikus Besin, kepada moral-politik.com, Senin (23/9/2013) di ruangannya menuturkan, pasien yang dirawat di ruang perawatan khusus bukan ditelantarkan, melainkan diberikan perawatan yang lebih. Karena mereka adalah pasien yang tergabung dari penderita HIV/AIDS, TBC, dan Hepatitis.

“Mereka itu bukan ditelantarkan. Tapi karena ruangan yang terbatas, sehingga untuk sementara digabungkan. Mereka diberikan perawatan yang lebih. Gedung yang baru kan masih dikerjakan. Kalau gedungnya sudah selesai dikerjakan, otomatis mereka tidak akan digabungkan lagi. Itu hanya untuk sementara waktu,” ucapnya, menjelaskan.

Pasien, tambahnya, rawat inap untuk saat ini masih ditampung di Ruang Perawatan Khusus (RPK), mengingat terbatasnya ruang kamar. Sehingga sebagai solusinya, ke depan setelah gedung baru selesai dikerjakan, akan dipisahkan antara pasien rawat inap dan pasien lainnya.

“Ke depan itu akan ada 30 bangsal kamar. Satu ruang bisa 3-4 kamar. Dan untuk pasien tetanus, memang diberikan kamar khusus yang gelap karena takut tertular ke pasien lainnya. Saat ini juga, pasien rawat jalan masih memakai klinik,” tutupnya, tersenyum ramah.

Dapat diketahui, 3 hari yang lalu, Kamis (19/9/2013) sejumlah pasien bersama keluarganya mengeluhkan pelayanan yang belum menyentuh, khususnya di ruang perawatan khusus. Dimana, pasien dan keluarganya “marah” karena petugas medis lalai dalam memberikan pelayanan. Atas keluhan itulah, dr. Hendrik telah menjawabinya.

Patut diketahui lagi, sehabis moral-politik.com melakukan wawancara dengan direktur di ruangannya, dilakukan pantauan di sekitar RSUD. Anehnya, terdapat sejumlah petugas medis di ruang Anak dan ruang Bedah yang tengah asyik duduk bercerita sambil sms-an dan tidak mau melayani keluarga pasien. Padahal di saat itu adalah jam dinas yang sepatutnya melayani pasien dan terlihat keluarga pasien mengantri untuk meminta bantuan medis. (Felix)

Baca Juga :  September Komnas HAM Keluarkan Rekomendasi, Konsentrasi Petani Kacau

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button