Home / Sport / Pekerjaan Lanjutan Faspel Batutua Diduga Pakai Pasir Lokal

Pekerjaan Lanjutan Faspel Batutua Diduga Pakai Pasir Lokal

Bagikan Halaman ini

Share Button

7

foto: ilustrasi pantai nemberala

 

 

moral-politik.com. Proyek Kementrian Perhubungan Republik Indonesia melalui Satuan Kerja Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Ba’a pada pekerjaan pembangunan lanjutan Fasilitas Pelabuhan Laut (Faspel) Batutua di Kecamatan Rote Barat Daya Tahun Anggaran 2013 oleh PT. Pilar Dasar Membangun dengan menggunakan anggaran yang bersumber dari APBN TA.2013 senilai Rp.9. 365. 700. 000 kualitasnya diragukan.

Pasalnya material pasir yang digunakan dalam proyek itu tidak sesuai spesifikasi teknik yang ditentukan sebab kontraktor yang melaksanakan pekerjaan itu diduga menggunakan material pasir lokal yang dibeli dari penambang-penambang pasir liar yang beroprasi di sekitar lokasi Saku Batun, Dusun Nggauk Desa Batutua.

“Pasir lokal ini dibeli dengan harga Rp150 ribu per ret dari penambang lokal. Pasir lokal ini kemudian dicampur dengan pasir takari. Ini dilakukan supaya ada kesan bahwa pasir yang digunakan sesuai spek yakni pasir takari,” ungkap salah seorang buruh di pelabuhan itu kepada wartawan di pelabuhan Batutua, Sabtu (14/9).

Pantauan wartawan di lokasi itu, Sabtu (14/9) siang, di pojok lokasi pekerjaan di pasang papan pengumuman proyek yang memuat pekerjaan oleh kontraktor pelaksana, PT. Pilar Dasar Membangun Konsultan pengawas oleh CV.Gakesa Consulindo.

Pada papan proyek itu juga menyebutkan pembangunan lanjutan Faspel Batutua ini terlaksana melalui DIPA 022.04.2.521950/2013 tertanggal 5 Desember 2012 dan nomor kontrak HK. 107/113/VII/KUPP.BA’A-2013 yang dilaksanakan selama 150 hari kalender kerja.

Selama berada di sekitar lokasi pembangunan, sejumlah truck pengangkut pasir lokal memasuki areal pelabuhan.

Kepala Desa Batutua, Diksel Langga yang ditemui secara terpisah mengaku belum tahu soal kejadian itu. Namun demikian, mencegah teradinya bahaya lanjutan akibat pekerjaan yang tidak sesuai spek, pihaknya akan menyampaikan hal itu ke Pemkab Rote Ndao agar menegur kontraktor pelaksananya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Rote Ndao, Ir. Untung yang dihubungi pertelepon, belum berhasil dikonfirmasi.

Baca Juga :  TTU: Bupati Turunkan Tarif, Pemilik Angkot Mogok

Sedangkan anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao, Frans N. Mooy yang dimintai komentarnya mempertanyakan legalitas penambangan di Dusun Nggauk Desa Batutua.

“Seluruh kegiatan tambang yang dilakukan harus mengantongi ijin yang resmi. Kalau tidak mengantongi ijin maka bisa dikategorikan ilegal,”tandasnya seraya menambahkan.”

Kalau pekerjaan di sana menggunakan mateial lokal dan di luar sepek yang ditetapkan maka hasilnya pasti dapat membawa resiko besar untuk Rote Ndao,” tambahnya. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button