Home / Sport / Pemilik Hotel Usir Paksa 25 Imigran Gelap!

Pemilik Hotel Usir Paksa 25 Imigran Gelap!

Bagikan Halaman ini

Share Button

Antonia Pah12

 

 

moral-politik.com. Sedikitnya 25 imigran gelap asal Iran yang menginap di Hotel GrenNia jalan Hati Mulia 5, Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, sekitar pukul 10.00 Wita diusir paksa oleh pemilik Hotel GrenNia, Antonia Pah, karena tidak membayar biaya penginapan selama satu pekan, sejak tanggal 1-9 September 2013.

Antonia Pah selaku pemilik Hotel yang ditemui moral-politik.com, Senin (9/9/2013) mengatakan, 25 imingran gelap yang terdiri dari 20 laki-laki dewasa dan satu orang anak kecil, 4 orang wanita dewasa dan satu orang anak kecil perempuan itu terpaksa diusir karena tidak membayar biaya penginapa sejak tanggal 1-9 September 2013.

Dia mengatakan 25 imigran asal Iran itu menginap di Hotel GrenNia miliknya sejak 24 Agustus 2013 lalu, namun 25 imigran itu hanya membayar biaya penginapan sejak tanggal 24-31 Agustus 2013 lalu, dan sejak tanggal 1-9 September 2013 para Imigran tersebut tidak membayarnya sehingga terpaksa diusir keluar dari Hotel.

“Mereka saya usir paksa karena tidak bayar biaya penginapan sudah satu minggu. Mereka hanya bayar dari tanggal 24-31 Agustus saja, selanjutnya tidak pernah bayar,“ katanya.

Sebelum diusir, katanya, dirinya sudah memberikan peringatan satu hari sebelumnya namun para imigran itu tidak mengindahkannya. Para imigran selalu memberikan alasan bahwa biaya penginapan mereka akan dibayar oleh pihak Kantor Imigrasi Kupang, karena seluruh aset milik mereka disita oleh Kantor Imigrasi Kupang.

Antonia menjelaskan, 25 Imigran gelap asal Iran yang menginap di Hotel GrenNia sejak tanggal 24 Agustus lalu itu, menggunakan 8 unit kamar Hotel GrenNia.

Akibat tidak membayar biaya penginapan 8 kamar itu, lanjut Antonia, dirinya mengalami kerugian sebesar Rp 42. 900.000.

Baca Juga :  Tinggi Gelombang 5 Meter, ASDP Kupang Tutup Pelayaran

Dia mengatakan, awalnya para imigran tidak mau keluar dari Hotel dengan alasan pihak Kantor Imigrasi yang akan membayar semuanya. Namun hal itu tidak pernah dilakukan Kantor Imigrasi Kupang. Untuk saat ini, setelah diusir paksa oleh dirinya, 25 Imigran itu ditampung di Kantor Imigrasi lama. (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button