Home / DPRD Kota Kupang / Pemkot Kupang Cuek, Tukang Ojek Perbaiki Jalan Rusak!

Pemkot Kupang Cuek, Tukang Ojek Perbaiki Jalan Rusak!

Bagikan Halaman ini

Share Button

14

 foto: ilustrasi gotong royong masyarakat maulafa kota kupang

 

 

moral-politik.com. Prihatin dengan kondisi jalan rusak di jalan H.R Koroh yang tidak mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sebanyak 25 orang tukang ojek yang biasa mangkal di tepi jalan H.R Koroh Kelurahan Oepura, secara bergotong royong antar sesama tukang ojek memperbaiki kerusakan jalan pemerintah yang cukup parah itu.

“Perbaikan ini sebagai bentuk inisiatif kami para tukang ojek karena selama ini tidak ada perhatian dari Pemerintah Kota Kupang,” kata koordinator pelaksana lingkungan, Mince Adoe kepada moral-politik.com, di Kota Kupang, Jumat (13/9/2013).

“Pekerjaan jalan berlubang yang kami kerjakan  adalah inisiatif  kami sendirilah, dengan melakukan pendekatan dengan beberapa warga dan salah satu anggota DPRD yang kebutulan berada di wilayah tersebut, untuk membantu para tukang ojek untuk bergotong royong mengerjakan jalan yang berlubang tersebut, dengan cara mentup jalan berlubang tersebut menggunakan tanah putih, yang dibantu dari hasil patungan tukang ojek dan sumbangan dari warga dan anggota DPRD,” sambung Mince.

Menurut Mince, jalan yang dikerjakan atas insistif para tukang ojek itu dimulai dari jalan H.R Koroh, Kedondong hingga jalan Jeruk di Keluarahan Oepura, tepatnya dari RT 12 sampai dengan RT 22 .

“Insiatif dari para tukang ojek untuk menutup jalan berlubang ini karena mereka takut penumpang yang digonceng oleh mereka jatuh atau terjadi Lakalantas, karena kondisi jalan yang sangat parah tersebut. Amannya mereka meminta kami para warga dan dan salah satu anggota DPRD untuk membatu mereka dalam memberikan sumbangan untuk bergotong royong menutup jalan berlubang tersebut,” katanya.

Sementara itu anggota DPRD Kota Kupang, Mocthar Koso mengaku, pekerjaan jalan berlubang yang dilakukan oleh para tukang ojek tersebut merupakan insistaif mereka sendiri, karena selama ini jalan tersebut sudah cukup parah kondisinya. Oleh karena itu pihaknya membantu mereka berupa material untuk menutup jalan berlubang tersebut.

Baca Juga :  Warga blokir jalan ke kantor PDAM Tirta Cendana TTU

“Kondisi jalan yang lubang tersebut dalamnya sekitar 10 sampai 15 centimeter (cm), maka itu dapat menyebakan para tukang ojek merasa takut karena bisa mengakibatkan kecelakaan jika mereka tidak berhati-hati. Makanya mereka berinisiatif dengan berkoordinasi dengan warga untuk bergotong royong mengerjakan jalan berlubang tersebut,” tuturnya.

Mohktar mengaku, dirinya sangat kecewa dengan Pemkot Kupang, dalam hal ini Dinas PU Kota Kupang, karena pada perubahan anggaran tahun 2011 itu pernah meminta agar mereka dapat mengerjakan jalan lingkungan tersebut, namun kenyataan mereka tidak melakukan.

“Saya pernah minta kepada Dinas PU pada waktu itu, namun jawab mereka sudah masuk dalam program, namun kenyataan hingga saat belum teralisasi maka itu kami kecewa dengan pemerintah yang hanya tiap tahun dalam penatapan anggaran minta anggaran dalam jumlah besar, tetapi pelaksanaannya sistim pilih kasih,” kata Koso. (Nyongky)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button