Home / Sport / Pemkot Kupang Resah dengan Ulah Sopir di Terminal Bayangan Oesapa

Pemkot Kupang Resah dengan Ulah Sopir di Terminal Bayangan Oesapa

Bagikan Halaman ini

Share Button

9

 

 
moral-politik.com. Hingga saat ini terminal bayangan di Kelurahan Oesapa Kecamatan Kelapa Lima susah untuk diatasi dan diatur oleh pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kupang, hal itu dikarenakan ulah dan sikap dari Bus yang tidak menaati peraturan yang telah ditetapan Pemerintah Kota Kupang.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang, Jeffry Pelt kepada moral-politik.com, Selasa (10/9/2013)  mengaku masih mengalami kendala dalam penertiban terminal bayangan  di jalan Timor Raya Kelurahan Oesapa Kecamatan Kelapa Lima karena perilaku para sopir yang tidak pernah mentaati aturan yang diterapkan.

“Kami telah memasang rambu-rambu dengan meminta izin dari Pemprov, namun perilaku sopir dan penumpang yang masih sulit, karena itu kami  telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam hal ini Satlantas Polres Kupang Kota guna membantu menangani persoalan ini. karena kewenangan untuk untuk menindak para sopir yang melanggar aturan adalah kewenangan kepolisian,” kata Jeffry

Jeffry mengatakan, pihaknya telah memanggil para sopir, namun alasan yang disampaikan karena banyak penumpang yang menumpuk di Oesapa. Selain itu mereka mengatakan bahwa trevel yang ada rata-rata izinnya dikeluarkan oleh provinsi. Untuk itu  pihaknya berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan penertiban kendaraan yang melanggar aturan rambu yang sudah dipasang.

Sementara itu Wali Kota Kupang, Jonas Salean  mengakui, masih banyak persoalan terkait terminal banyangan, karena jika tidak ada petugas yang berjaga di lokasi tersebut, akan terlihat semrawut dan memacetkan arus trans Timor. Selain terminal bayangan, parkir juga masih menjadi masalah di Kota Kupang.

“Tugas berat Dinas Perhubungan untuk menata parkir. Saya kira sudah mulai tertib, tapi belum sempurna benar sesuai harapan kita. Sudah mulai ada perubahan-perubahan tapi belum signifikan. Kita perlu terus benahi parkir dan terminal bayangan dan petugas perlu di lapangan terus,” katanya.

Baca Juga :  Hari Ini Lima Kabupaten di NTT Gelar Pilkada Serempak

Jonas mencontohkan, di Kelurahan Oesapa masih terjadi antrean panjang bus dan mobil rental. Dirinya juga telah memerintahkan Dinas Perhubungan Kota Kupang untuk terus menertibkan. Sebab, jika petugas ada di lapangan, semua bus dan mobil rental tertib. “Kita mesti kasih sanksi tegas. Cabut izinnya, kalau antar privinsi, ya kewenangan provinsi,” katanya.

Diakuinya, dalam menjalankan tugasnya, Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang, Jefry Pelt telah banyak membenahi seperti halte-halte telah dipersiapkan dengan baik.

“Tinggal parkir dan terminal bayangan. Peningkatan PAD sudah cukup bagus. Yang tidak bayar terminal sekarang sudah bayar. Kita harus benahi kita punya terminal. Kita sudah pasang rambu, tapi kita harus berani cabut izin usahanya. Kalau kita yang kasih keluar tidak masalah, tapi provinsi yang kasih keluar. Kebanyakan rental cukup banyak, di atas dua puluh. Kemarin saya berhenti di situ dan lihat, saya telepon petugas datang baru mereka tertib,” kata Jonas. (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button