Home / Sport / Penggalian Mangan Membawa Petaka Baru

Penggalian Mangan Membawa Petaka Baru

Bagikan Halaman ini

Share Button

Frans Asten, Camat Lasiolat

 

 

moral-politik.com. Belu-Akibat penggalian batu mangan secara besar-besaran di Kecamatan Lasiolat, akhirnya meninggalkan “getah” tersendiri bagi masyarakat. “Getah”nya mangan itu, kini masyarakat tidak bisa menanam singkong, sayuran, tomat dan bawang. Sebagai langkah pencegahannya, pihak Kecamatan Lasiolat di bawah tongkat komando Fransiskus Asten, Camat Lasiolat mengambil langkah penyelamatan dengan cara menanami ribuan anakan pohon sengon, jati dan mahoni.

“Kami dari kecamatan membuat program penanaman 5 ribuan anakan sengon, jati dan mahoni. Karena tanahnya telah rusak, sehingga masyarakat tidak bisa menghasilkan apa-apa. Tanaman masyarakat berupa sayur, umbian, tomat dan bawang tidak bisa berkembang dengan baik, karena tanahnya telah rusak. Itu langkah yang kami ambil,” ucapnya, ketika dijumpai moral-politik.com di ruang tunggu Sekda Belu, Sabtu pagi (21/9/2013).

Camat Frans Asten, sambungnya, sejak terjadi penambangan mangan di Lasiolat, masyarakat sendiri yang mendukungnya dan proyek itu sendiri tidak memiliki ijin pengoperasian dan hanya secara eksplorasi saja.

“Waktu itu tidak ada ijin, hanya eksplorasi saja. Desa yang terkena “getah”nya adalah desa Lasiolat, Maneikun, Fatu Lotu, Bau Daok, Dualasi dan Lakan Manu. Desa desa itu yang saat ini sedang dibantu dengan anakan sengon, jati dan mahoni sebanyak 2.500 anakan. Pembagiannya itu kalau desa yang jauh dikasih 150 anakan dan desa yang dekat dikasih 250 anakan. Itu merupakan kerjasama Kecamatan dengan pihak Dinas Kehutanan Belu dan Atai Tanjung selaku pemenang tender,” akunya.

Dikejar dengan pertanyaan, program anakan itu sebagai “penutup” luka agar tidak dipersalahkan masyarakat karena PAD dari mangan itu tidak dinikmati masyarakat, dengan mimik ketakutan, Camat Frans Asten mengatakan, “Waktu itu PAD dari mangan tidak dikasih ke kas daerah. Saya tidak tahu, entah ke mana dana mangan itu dikasih.”

Baca Juga :  Pelaku Curanmor pernah dipenjara, kini mengulanginya

Wajarlah, hingga detik ini masyarakat masih “terluka” dengan kesemuanya yang tidak jelas itu. Akankah durian itu akan memihak ke masyarakat?? (Felix)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button