Home / Sport / Penyakit Perjudian Merambah Subur di Belu

Penyakit Perjudian Merambah Subur di Belu

Bagikan Halaman ini

Share Button

Patrisius Mau-- Camat Tasifeto Timur (1)

 

 

moral-politik.com. Penyakit masyarakat berupa perjudian, tidak hanya terjadi di dalam kota. Tapi di luar kota pun semakin tumbuh subur bak jamur di musim penghujan. Akibat dari perjudian yang makin subur itu, telah membuat masyarakat di Kecamatan Tasifeto Timur (Tastim), Kabupaten Belu bermental instan dan tidak mau bekerja di kebun atau di sawah.

Demikian dikatakan Patrisius Mau, Camat Tastim dari balik ponsel kepada moral-politik.com, Selasa  (3/9/2013).

Camat Tastim mengatakan, dirinya sudah melarang, tapi masyarakatnya terus bermain judi. Dia mau terapkan aturan yang lebih ketat pun, membuat masyarakat semakin menjauh dan liar.

“Ya, saya masih ikuti kemauan mereka. Saya sudah koordinasikan dengan Kapolsek dan Babinsa, tapi belum ada hasil,” ucapnya.

Dikatakannya, akibat perjudian yang semakin tumbuh subur, telah mengajak kaum muda pun untuk ikut terjun ke dalam perjudian.

Bahkan, tambahnya, ada orangtua yang datang mengadu kepada dirinya karena anaknya yang masih sekolah sudah terbiasa bermain judi.

Selain itu, kata dia, penggunaan miras makin meningkat. Boleh kita katakan miras itu budaya, tapi budaya yang bagaimana dulu? Miras hanya untuk menjadikan masyarakat jadi pemalas.

“Ya, saya akan perintahkan aparat desa untuk ambil sikap tegas terhadap penjual dan pemakai. Juga termasuk perjudian. Ke depan saya akan berlakukan aturan yang tegas!” janjinya. (Felix)

Baca Juga :  17 aset Pemkot, baru bersertifikat di tahun 2014

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button