Home / Sport / Penyidik Masih Menunggu Perhitungan BPKP NTT

Penyidik Masih Menunggu Perhitungan BPKP NTT

Bagikan Halaman ini

Share Button

4

 

 

 

moral-politik.com, Kota Kupang –  Hingga saat ini Penyidik Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) masih  menunggu hasil penghitungan kerugian negara  dalam  kasus dugaan korupsi pada Televisi Republik Indonesia (TVRI)  Kupang, dan pengadaan buku di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kota Kupang dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan  NTT. Perhitungan itu ditunggu oleh penyidik sebagai bahan sebelum dilimpahkan kepada jaksa  penuntut umum.

Kasipenkum dan Humas Kejati NTT, Ridwan Angsar,  kepada moral-politik.com, Sabtu (21/9/2013) mengatakan,  penyidik juga masih menunggu hasil perhitungan kerugian negara dari BPKP Perwakilan NTT dan hingga saat ini belum ada penambahan tersangka dalam dua kasus korupsi tersebut.

Ridwan mejelaskan, tersangka dalam kasus pengadaan buku di Dinas PPO Kota Kupang hingga saat ini masih tetap dua orang, yakni kontraktor pelaksana, BH, dan pejabat pembuat komitmen (PPK), KK.  Sementara kasus dugaan korupsi di TVRI Kupang masih tetap dua orang, yakni mantan Kepala TVRI Kupang, YJ, dan bendahara, TD.

Saat ini  jajarannya, kata Ridwan,  terus berkoordinasi dengan BPKP NTT untuk kepentingan penghitungan kerugian negara terkait dua kasus korupsi itu. Koordinasi itu terkait kemungkinan auditor membutuhkan data yang diperlukan guna penghitungan kerugian.

Tentang tersangka baru dalam dua kasus itu, lanjutnya, itu bisa saja terjadi bila ditemukan fakta baru dalam persidangan nanti dan untuk sementara jajarannya belum menemukan fakta lain guna menjerat keterlibatan orang lain dalam kasus tersebut.

Diberitakan sebelumnya, sebelum masuk mobil tahanan, mantan Kepala Stasiun Televisi Republik Indonesia (TVRI) Kupang, YJ, menangis.  YJ ditetapkan sebagai tersangka bersama mantan bendahara TVRI Kupang, TD dalam kasus dugaan korupsi Dana Operasional TVRI Kupang tahun anggaran 2009-2011. JY dan TD menjalani tahanan jaksa di Rutan Penfui Kupang selama 20 hari.

Baca Juga :  Anwar Pua Geno : Pilihlah Pemimpin yang Mengakar

Pada Kamis (22/8/2013), YJ dan  TD diperiksa penyidik Yoni E Malaka di Kejati NTT. Keduanya didampingi oleh kuasa hukum, Stef Matutina, dan Luis Balun.

Setelah diperiksa sekitar dua jam, YJ dan TD  ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi Dana Operasional TVRI tahun anggaran 2009-2011 senilai Rp 6 miliar lebih. (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button