Home / Populer / Pesona JK dan Aung San Suu Kyi di “Singapore Summit”

Pesona JK dan Aung San Suu Kyi di “Singapore Summit”

Bagikan Halaman ini

Share Button

IMG_00000703

 

 

moral-politik.com. Singapura-Dua pembicara paling ditunggu pada acara  di Hotel Shangri-La Singapura,  Sabtu 21/9/2013 adalah Aung San Suu Kyi si Pemenang Nobel Perdamaian asal Myanmar, dan M. Jusuf Kalla mantan Wakil Presiden RI yang sukses menghantar Komodo sebagai New7Wonders.

Tema pidato JK, sapaan akrab M. Jusuf Kalla berfokus pada ekonomi regional Asia dan Indonesia, namun dari 10 orang penanya, separuhnya menanyakan masalah perdamaian, mulai dari soal Thailand Selatan, Rohing hingga konflik Arab-Israel.

Bukan JK kalau tidak mengocok perut audiens. Sekitar 350 orang peserta Singapore Summit yang umumnya CEO perusahaan ternama di Asia, dibuat tertawa oleh joce dan jawaban JK. Menanggapi permintaan penanya soal bagaimana mengatasi konflik Timur Tengah saat ini, JK memberi pengantar bahwa suasana kekuasaan di sana sangat mutlak, karena itu tidak adalagi mantan presiden atau wakil presiden. Para pejabat tersebut kalau tidak masuk penjara maka mereka mati terbunuh. Jawaban JK itu disambut gelak tawa peserta.

“Kesulitan menegakkan perdamaian di kawasan tersebut adalah salah satu penyebabnya, karena tidak ada rasa saling percaya, juga masih adanya perbedaan diantara pemimpinnya sehingga tidak sulit melakukan negosiasi. Pemerannya terlalu banyak, kata JK. Hal yang hampir sama terjadi di Filipina Selatan dan Thailand Selatan. Itulah bedanya dengan penyelesaian Aceh, karena ada pemimpin yang saling bertanggungjawab dan dibisa didengar serta memiliki rasa saling percaya,” kata JK usai jedah sedetik dari tawa.

Peserta juga berharap peran JK atas konflik di Rohingya, yang menurut JK adalah Aung San Suu Kyi lebih faham detil permasalah di wilayahnya. Tetapi menurut JK, dirinya sudah dua kali berkunjung ke Myanmar. Sekali diantaranya  mengunjungi langsung lokasi konflik tersebut, dimana dirinya sempat  saling bertukar pikiran dengan Presiden Myanmar U Thein Sein, dan pada hemat dia persoalan tersebut sangat kompleks karena menyangkut masalah historis, etnis dan lalu berbau agama.

Baca Juga :  Panorama Alam Kota Kupang dari Gua Monyet (3)

“Kami menyampaikan pengalaman Indonesia menyelesaikan konflik Ambon dan Poso. Tetapi masalah Myanmar juga adalah masalah dalam negeri mereka!” tegasnya.

Usai menyampaikan pidato dan tanya jawab, dua kali JK mendapat aplause dari para CEO Asia yang selama dua hari ini meramaikan Singapore Summit.

Pada acara Singapore Summit tersebut, JK dan Aung San Suu Kyi menjadi bintang acara. JK yang didudukkan berdampingan semeja dengan Suu Kyi, mendapat kesempatan terlebih dahulu menyampaikan pidatonya. Kedua tokoh ini juga paling sibuk melayani perbincangan di sela-sela acara yang dihadiri para CEO dari Asia tersebut. (HA/vjb)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button