Home / Populer / PKL Kota Kupang Tolak Hukuman Gantung Wilfrida Soik

PKL Kota Kupang Tolak Hukuman Gantung Wilfrida Soik

Bagikan Halaman ini

Share Button

7

 

moral-politik.com, Kota Kupang – Dukungan  moril kepada Wilfrida Soik Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten Belu, NTT juga datang dari para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di Kota Kupang.

Yati Kabnani, salah seorang PKL yang  sering berjualan di Pasar Kasih Kelurahan Naikoten I Kupang kepada moral-politik.com, Senin (30/09/2013) mengatakan, dirinya menolak hukuman mati terhadap Wilfrida Soik. Ia juga meminta Pemerinta Indonesia berusaha untuk memboyong kembali Wilfrida Soik ke Provinsi NTT.

“Keputusan yang diambil oleh pemerintah Malaysia dinilai sudah berlebihan. Pasalnya, pembunuhan oleh Wilfrida Soik bukanlah merupakan pembunuhan berencana. Karena menurutnya, seorang wanita yang baru berumur 18 tahun tidak akan melakukan hal senekat itu tanpa adanya dorongan dari pihak ke tiga atau karena tertekan. Dia tidak mungkin lakukan hal itu tanpa sebab!” pungkasnya.

Kepada pemerintah Malaysia, ia berharap agar memberi pengampunan kepada Wilfrida Soik dan harus memberi kesempatan kepada Wilfrida untuk bertobat.

Menurutnya, saat ini banyak masyarakat NTT memilih mencari nafkah ke luar negeri apalagi di negeri jiran Malaysia. Hal itu disebabkan karena kurangnya lapangan kerja yang tersedia bagi para pencari kerja NTT.

Untuk itu, lanjut dia, pemerintah NTT harus merefleksi diri dan menata lebih baik permasalahan pembangunan, baik itu segi pengawasan maupun ketersediaan lapangan kerja bagi masyarakat NTT.

“Mereka terpaksa harus ke luar negeri karena di NTT lapangan kerja sangat terbatas, padahal angka pencari kerja melonjak tajam,” akhirnya. (Ikzan)

Baca Juga :  Atas nama kemanusiaan, 2 helikopter siap diberangkatkan ke Filipina

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button