Home / Sport / Proyek Belum 100 Persen, Berita Acaranya100 Persen

Proyek Belum 100 Persen, Berita Acaranya100 Persen

Bagikan Halaman ini

Share Button

3foto: ilustrasi sumur

 
moral-politik.com. Terdakwa mantan panitia pemeriksa Jusuf Pandie, Dedi Panie, dan Detmi Letek membuat laporan palsu dengan menyatakan proyek galian sumur sebanyak 40 unit pada Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Rote Ndao Tahun Anggaran 2007 dengan anggaran sebesar Rp 203 juta.

Dengam membuat laporan palsu mengenai laporan tersebut,  terdakwa telah melakukan perbuatan melawan hukum dan memperkaya diri sendiri atau saksi Helmi Melkianus ataupun orang dan lain dalam pekerjaan proyek galian sumur sebanyak 40 unit pada Dinas Pertambangan dan Energi Rote Ndao TA 2007 dengan nilai kontrak Rp 203 juta.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Ba’a Rote Ndao, Edy Sinaga  kepada moral-politik.com, Selasa 917/9/2013) mengatakan, perbuatan para terdakwa telah melawan hukum dan telah memperkaya diri sendiri dan orang lain dan saksi Helmi Melkianus.

Menurut Edy Sinaga, pada TA 2007 di Dinas Pertambangan dan Energi menyelenggarakan pekerjaan penggalian sumur sebanyak 40 unit dengan dana sebesar Rp 203 juta. Lalu 1 September 2007 dibuat surat perjanjian pekerjaan antara Kepala Distamben Rote Ndao Welhelmus E Rohi dengan Direktur CV Viarie Helmi Melkianus dengan Nomor: 08.c/Kontrak-PA/PE.RN/VIII/2007 dengan lama pekerjaan 90 hari kalender.

Helmi Melkianus kemudian mengajukan permohonan  ke Kepala Distamben untuk melakukan pemeriksaan fisik pada 12 Desember 2007 dan terdakwa Jusuf Pandie, Dedi Panie, dan Detmi Letek bersama John Kaituka dan Leksi Foeh ditunjuk sebagai panitia pemeriksa.

Ketiga terdakwa tanpa turun ke lapangan lalu menandatangani  berita acara pemeriksaan pekerjaan yang menyatakan pekerjaan proyek galian sumur sebanyak 40 unit seakan-akan fisiknya telah mencapai 100 persen diselesaikan oleh kontraktor padahal kenyataan fisik pekerjaan baru mencapai 48,60 persen.

Baca Juga :  Barang-barang disita, Irwanto lapor Polisi

Pembuatan berita acara 100 persen dilakukan dengan alasan adanya permintaan dari Kepala Distamben Rote Ndao Welhelmus E Rohi untuk menyelamatkan anggaran, sedangkan saksi John Kaituka dan Leksi Foeh tidak meneken berita acara pemeriksaan pekerjaan.

Pekerjaan proyek galian sumur sebanyak 40 unit tidak dilaksanakan sesuai dengan kontrak dan terdapat kekurangan item pekerjaan dan sebanyak 18 unit tidak dikerjakan sehingga ditemukan kerugian negara Rp 102.390.000.

Perbuatan ketiga terdakwa telah menyimpang ketentuan kontrak, Keppres Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, dan UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.

Ketiga terdakwa diancam pidana melanggar pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 juncto pasal 18 Undang-undang Nomor 13 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (PTPK) yang telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang PTPK juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. (richo)

 

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button