Home / Sport / Rote Ndao: Para Wakil Rakyat Dinilai Bohongi Publik

Rote Ndao: Para Wakil Rakyat Dinilai Bohongi Publik

Bagikan Halaman ini

Share Button

DEMONSTRASI AMPERAA

 

 
moral-politik.com. Aliansi Masyarakat Peduli Rote Ndao (Ampera) menganggap Anggota DPRD Rote Ndao melakukan pembohongan publik dan tidak menepati janjinya kepada rakyat.

Penilaian itu disampaikan Koordinator Ampera, Junus Panie kepada moral-politik.com di gedung DPRD Kabupaten Rote Ndao, Kamis (5/9/2013).

Junus mengatakan hal itu terkait janji pihak DPRD Kabupaten Rote Ndao akan berdialog dengan pihaknya terkait realisasi atas tuntutan pihaknya dalam aksi yang berlangsung di Ba’a, belum lama ini.

Junus bersama masa yang mendampinginya mengaku kecewa dengan ketidakhadiran anggota DPRD Rote Ndao di gedung DPRD. Sebab menurutnya, saat tiba di gedung DPRD Rote Ndao, tak ada satupun para wakil rakyat berkantor.

Lebih lanjut Junus menjelaskan, kedatangan pihaknya untuk mempertanyakan realisasi atas tuntutan pihaknya yang disampaikan saat aksi beberapa waktu lalu diantaranya persoalan penanganan kasus korupsi yang terkesan lamban, pelaksanaan mutasi pejabat structural enam bulan menjelang pemilukada, perpanjangan masa jabatan 52 kepala Desa, tunjangan sertifikasi guru, tenaga Kontrak Kategori satu dan dua serta beberapa tuntutan lainnya.

Dalam aksi tersebut, mereka memberikan batas waktu satu minggu ke sejumlah instansi di Kabupaten Rote Ndao yakni DPRD, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, Polres dan Kejaksaan untuk memberikan jawaban atas tuntutan pihaknya itu.

“Kami merasa kecewa karena tidak ada anggota dewan yang datang kantor. Ketidakhadiran mereka di kantor menunjukan bahwa para anggota DPRD tidak menepati janjinya,”terangnya.

Untuk diketahui sebelum menyambangi gedung DPRD koordinator Ampera, Junus Panie bersama anggota Ampera lainnya menyempatkan diri berdialog dengan Bupati Rote Ndao, Leonard Haning di Kantor Bupati Rote Ndao, Kamis (5/9) siang.

Saat berdialog, Koordinator Ampera, Junus Panie menyampaikan tujuan kedatangan pihaknya mempertanyakan realisasi atas tuntutan yang disampaikan pihaknya saat menggelar aksi beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Jalan Timor Raya terus makan korban

Menanggapi hal itu, Bupati Rote Ndao didampingi Wakil Bupati Rote Ndao, Marthen Saek dan Sekda Alfred H.J.Zakarias serta disaksikan sejumlah pimpinan SKPD di lingkup Pemkab Rote Ndao mengatakan, pihaknya akan mengkaji lebih dalam sejumlah tuntutan yang disampaikan Ampera.
Pada kesempatan itu, dirinya memberikan apresiasi dengan aksi yang digelar Ampera. Sebab menurutnya, hal itu merupakan salah satu bentuk dukungan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Menanggapi hal itu, Koordinator Ampera, Junus Panie pada kesempatan itu mengaku tidak puas dengan penjelasan yang diberikan Bupati Rote Ndao. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button