Home / Populer / Ruhut Diminta Jangan Kerap Muji SBY

Ruhut Diminta Jangan Kerap Muji SBY

Bagikan Halaman ini

Share Button

9

 

 

 

moral-politik.com. Jakarta – Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul tak lama lagi akan resmi menduduki posisi sebagai Ketua Komisi III. Ia menggantikan rekan sefraksinya, Gede Pasek Suardika. Penunjukan Ruhut sebagai ketua komisi mengundang reaksi dari internal Komisi III.

Ia dianggap tak cukup mumpuni untuk menjadi pemimpin komisi. Dari sekian kritik, ada pula yang meminta Ruhut mengubah gaya bicaranya yang kerap memuji Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden RI yang juga menjabat Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. Apa kata Ruhut atas request ini?

“Maaf bos, kalau yang itu, aku tidak bisa tidak (puji SBY). Aku di sini karena Tuhan, karena Pak SBY,” ujar Ruhut, di Kompleks Parlemen, Senin (23/9/2013).

Ruhut mengingatkan bahwa dia di DPR mewakili partai politik. Hal ini, kata Ruhut, berbeda dengan Dewan Perwakilan Daerah. Apalagi, lanjutnya, Partai Demokrat adalah partai penguasa.

“Jadi, kalau bilang Ruhut jangan bela Pak SBY, Ruhut jangan bela Demokrat. Aku di sini sebagai wakil rakyat yang diutus partai aku. Aku sedih dengarnya,” kata Ruhut.

Soal gaya berbicara yang dianggap emosional, Ruhut membantahnya. Menurut dia, selama ini dia justru tenang meski hatinya kerap terpancing akan suatu hal.

“Beberapa kali aku debat, yang mulai berkelahi orang lain. Bos, hati boleh panas, tapi kepala tetap dingin,” kata politisi yang mantan artis ini.

Ruhut diminta ubah gaya

Fraksi Partai Gerindra menyatakan akan menerima penetapan politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul sebagai Ketua Komisi III DPR. Namun, Gerindra memberikan syarat agar Ruhut mengubah gaya bicaranya.

“Andai kata yang menolak Ruhut sebagai ketua komisi tidak terlalu banyak jumlahnya, Gerindra akan dapat menerimanya dengan tiga catatan,” ujar anggota Komisi III dari Fraksi Partai Gerindra, Martin Hutabarat, di Jakarta, Senin (23/9/2013).

Baca Juga :  Inilah Rencana Gubernur NTT Merubah Wajah Kota Kupang

Syarat pertama, lanjut Martin, Ruhut diminta memperbaiki cara dan gaya komunikasinya ke depan sehingga lebih dapat diterima oleh semua anggota.

“Tidak perlu terlalu sering-sering menyebut SBY,” ungkap Martin.

Syarat kedua, Ruhut diminta untuk meningkatkan usaha dan langkah-langkah Komisi III untuk mendukung pemberantasan korupsi. Apalagi, kata Martin, media massa kerap menyeret nama-nama anggota DPR sehingga merusak nama lembaga.

Syarat ketiga, lanjut Martin, jika kedua syarat sebelumnya tidak bisa dilakukan Ruhut dalam dua sampai tiga bulan ke depan, maka Fraksi Gerindra akan menggalang pernyataan bersama dari fraksi-fraksi yang ada di Komisi III kepada Fraksi Partai Demokrat yang meminta agar Ruhut diganti. Namun, Martin melihat saat ini pertentangan yang ada baru sebatas wacana di media massa. (sumber: kompas.com)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button