Home / Populer / Seniman Ini Bilang Amien Rais Sirik dengan Jokowi

Seniman Ini Bilang Amien Rais Sirik dengan Jokowi

Bagikan Halaman ini

Share Button

3

moral-politik.com. Ambarawa – Amien Rais sering bicara miring tentang Jokowi, karena tak ada survey yang menyebut Amien Rais sebagai calon presiden (capres). Amien sengaja “ribut” supaya namanya populer dan bisa menjadi capres.

“Kalau saja rakyat menghendaki Amien jadi capres, namanya pasti sudah muncul. Nyatanya tidak disebut-sebut, membuat Amien Rais jadi sirik, lalu meributkan Jokowi,” kata , seniman Ambarawa, Rabu (25/9/2013).

Aktor pada Bengkel Teater (pimpinan Alm WS Rendra), Daryanto mengatakan, capres yang didambakan rakyat, bukan soal dimajukan partai atau tidak, tetapi disukai rakyat atau tidak. Jokowi yang belum dicalonkan PDIP, nyatanya disukai rakyat.

“Kalau saja masyarakat menyukai Amien Rais, dalam pertanyaan terbuka pada survey, namanya akan muncul. Tapi nama Amien Rais ternyata tidak disebut-sebut, seharusnya Amien sadar,” ujar Daryanto, jebolan Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Dryarkara, Jakarta.

Menurut penilaian Daryanto yang juga penyair, dalam diri Amien Rais terjadi konflik antara kontruksi berpikir ilmuwan dan politisi. Dua-duanya tidak berjalan mulus, jadilah Amien Rais kerab memunculkan opini tak berguna, onani politik.

“Anaknya sendiri tidak terpilih dalam Pilkada. Anaknya yang lain, jadi ketua fraksi hanya karena dikarbit. Lalu Amien yang merasa dirinya hebat, tak disebut sebagai kandidat capres. Kompensasinya, Amien frustrasi lalu mengingau,” katanya.

Kalau Amien Rais mau menjadi capres, seharusnya jangan dengan merendahkan orang lain. Cukup dengan menunjukkan kualitas yang dengan sendirinya meninggikan diri, tetapi jangan dengan merendahkan orang lain.

Hal lain yang membuat Amien Rais  bertambah pusing, tutur Daryanto, karena partai yang Amien dirikan, bukanlah partai yang kuat. “Partai Amien bisanya cuma penggembira dalam koalisi yang tak lama lagi akan runtuh,” katanya.

Daryanto menyarankan Amien Rais berkonsultasi dengan psikolog, kenapa dirinya tidak disukai masyarakat banyak. Amien perlu berobat ke psikolog klinis dan psikolog politik, barulah ke psikiatri. Supaya sehat, Amien tak boleh lupa makan obat.

Baca Juga :  DPR Puji Intelejen Singapura Bongkar Upaya 'Ilegal' Teman Ahok

Namun, kehadiran sosok seperti Amien Rais adalah sesuatu yang harus disyukuri, karena masyarakat jadi mudah membedakan pemimpin yang baik dan pemimpin yang buruk. Kehadiran badut-badut politik dari partai berkuasa, juga berguna, supaya masyarakat tambah cerdas.

Sebelumnya, Daryanto Bended dikenal masyarakat, dengan aksinya mengirim kaos bergambar Jokowi kepada Presiden SBY. Kala itu, Daryanto memohon kepada SBY agar menghentikan konvesi Partai Demokrat, uangnya dipakai membangun desa Daryanto saja. (DB)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button