Home / Populer / Seonggok Pikiran JK Soal Kebangkitan Asia: Khayal atau Nyata? (1)

Seonggok Pikiran JK Soal Kebangkitan Asia: Khayal atau Nyata? (1)

Bagikan Halaman ini

Share Button

10

 

 

 

moral-politik.com. Kota Kupang – Wakil Presiden Indonesia periode 2004-2009 Jusuf Kalla, sangat berbangga manakala diundang untuk berdiri dalam forum Singapore Summit, Sabtu (21/9/2013).

Bagi dia, forum setampan itu tak boleh disia-siakan—selain itu, dirinya merasa senang oleh karena bisa menemui kawan-kawan dari Singapura dan bangsa-bangsa lainya, untuk saling berbagi pandangan soal pembangunan global akhir-akhir ini, dan tantangannya di hari esok, atau di masa depan.

Masih segar dalam ingatan JK, enam bulan silam dirinya diundang untuk berbicara di Singpaura, tapi dalam forum yang berbeda.

Dikala itu, Jusuf Kalla yang karib disapa JK itu, mengumbar  pandangannya seputar masa depan ASEAN dan apa yang harus dilakukan untuk mengelola kemajuan ekonominya.

Bagi JK, kala dulu, Asia sangat bagus situasinya. Sementara Amerika Serikat (AS) dalam masalah, dan Eropa berjuang untuk mengatasi krisis utang luar negerinya.

Pada dekade, kata dia,  terakhir ini, Asia telah memukau dunia.  Pasalnya, ketika dirinya Google the rise of Asia, kurang dari satu detik TAPI google TELAH menayangkan lebih dari 300 juta link berita dan artikel.

Dalam perspektif JK, gravitasi dari ekonomi global benar-benar telah bergeser. Sepertinya, sejarah akan berputar lagi; Asia akan memainkan peran lamanya. Mengapa?

JK mengurai sejarah bahwa pada tahun 1000-an, Asia mewakili 75% dari ekonomi global sebelum akhirnya bergeser ke Barat. Menjelang 1900-an, Eropa adalah pusat dari ekonomi global, dan lima puluh tahun kemudian pusat itu pindah ke lebih ke barat lagi, menuju Atlantik tengah. Penyebabnya, karena pertumbuhan AS begitu tingginya. Laksana mentari, gumam JK, pusat itu berputar dan kini bergeser kembali ke timur.

“Mungkinkah menyata sesuai ramalam McKinsey bahwa  pusat itu akan ada di tangan Asia pada tahun 2025 mendatang?” hentak JK.

Baca Juga :  Sukardi tak percaya kata SBY : elektabilitas Demokrat meningkat

Sayangnya, kata JK parau, situasinya sekarang ini berbeda. Sebab—ekonomi Asia tak secemerlang sebelumnya—setelah lebih dari dua dekade pertumbuhannya selalu 2 digit, sedangkan ekonomi China tumbuh sedang pada 7% pada tahun 2013 ini. India sendiri mengalami penurunan angka pertumbuhan pada 4%. Sementara, ekonomi-ekonomi utama lainnya di kawasan ini juga mengalami hal yang sama.

Lepas dari realitas tersebut, JK bisa memahami bahwa masyarakat dunia selalu penasaran tentang masa depan, sehingga mereka meramal semua hal. Sebagian benar sebagian salah.

“Dulu, Robert Maltus yang terkenal itu meramalkan bahwa manusia akan menghadapi masa-masa gelap dimana populasi akan tumbuh lebih cepat dari pertumbuhan produksi makanan. Konsekuensinya, kelangkaan pangan tak bisa dihindari,” ingatnya.

Kita semua tahu, sambungnya, kalau Maltus salah. “Kelaparan bukanlah masalah hari ini, tapi obesitas-lah masalahnya. Orang-orang cenderung mengonsumsi banyak kalori karena tersedia dan terjangkau. Harga kalori pun turun secara periodik”.

Menurut JK, dulu, orang juga khawatir tentang populasi. Tapi menariknya, beberapa negara sekarang menghadapi tantangan soal rendahnya angka fertilitas, dan naiknya populasi orangtua. Populasi Jepang dan Russia misalnya, akan menurun drastis di masa mendatang.

bersambung (vjb)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button