Home / Pena_VJB / Shirley Manutede: Hiduplah dalam Ketulusan, Hindari Dengki dan Panas Hati

Shirley Manutede: Hiduplah dalam Ketulusan, Hindari Dengki dan Panas Hati

Bagikan Halaman ini

Share Button

1

 

moral-politik.com. Hiduplah dalam ketulusan, hindarilah dengki dan panas hati dengan sesama maka dengan begitu ketenangan dan kedamaian di hati akan menjadi energi maha dahsyat ketika kita merenda mimpi, harap, dan angan-angan.

Itulah intisari dari filosofis hidup Shirley Manutede yang terurai manis ketika dikencani awak moral-politik.com, Jumat (6/9/2013).

Shirley, begitulah dia karib disapa,  tak sungkan-sungkan mengumbar  petuah-petuah berharga. Itu memang sangat luar biasa, dan takkan bakal diperoleh di bangku perguruan tinggi. Hanya karena litani panjang perjalanan hidup dan kehidupannya, yang membentuk cara pandangnya, kematangan dan ketenangan dalam menyikapi angin macam apa pun yang berhembus-hembus.

Wanita yang selalu memancarkan pesona “easy going” ini bertutur bahwa hidup tanpa mencari-cari konflik  akan membuahkan rasa damai hingga ke relung-relung hati terdalam.

Sebaliknya, tambah dia, jika hidup hanya dipenuhi dengan rasa dengki dan panas hati yang terus membara-bara, dipastikan akan mempersulit diri kita sendiri.

“Jangan pernah mengatakan diri kita mengasihi Tuhan, jika dengan sesama manusia saja  kita tak pernah saling mengasihi dan menghormatinya,” pungkasnya.

Wanita karier yang satu ini, yang sudah lama menguji ilmu hukumnya di Kejaksaan Negeri Kupang, dan kini di Kejati NTT punya filosofis hidup yang tak pernah habis-habisnya. Satu yang kini dia gelontorkan dengan dibarengi senyum indah: jika kita membenci seseorang maka dengan sendirinya kita telah membenci Tuhan yang takkan pernah berkesudahan mencintai kita.

Apa solusinya jika kita telah terjebak dalam area perlakuan tak elok itu? Shirley menawarkan solusinya–gamblang–tapi–sarat makna.

“Hiduplah dalam kedamaian dan ketenangan yang berlandaskan kasih; itu hukum dasar,” ucapnya.

Lalu, sedetik berselang dia menambahkan, hidup berlandaskan kasih itu menunjukkan kentalnya iman kita, yang akan membuahkan  pengharapan besar tidak saja bagi diri kita, tapi bagi orang-orang terdekat, bagi sesama, dan juga bagi alam sekitar.

Baca Juga :  PKL RSU WZ. Johannes Kupang Makin Kesal dengan Direktur Anapaku

“Mari kita sama-sama belajar memaknai hidup dan kehidupan ini melalui paradigma atau terang pikir bijak: hiduplah dalam kasih–saling mengasihi dan menghormati satu sama lain–dan–dengan begitu kedamaian dan kebahagiaan selalu mewarnai setiap senyum, sorot mata, tutur kata, perbuatan. Selamanya. (richo & aku)

Pencarian Terkait:

  • suami shirley manutede

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button