2
                                                                                         Oleh : Maksimus Ramses Lalongkoe

moral-politik.com. Jakarta – Dari menikmati secangkir Kopi hingga penyelamatan nyawa manusia. Setidaknya itulah inti pemberitaan seorang Prajurut Inggris yang tengah berada di mal Westgate, Nairobi, Kenya saat kelompok militan menyerang pusat perbelanjaan di daerah itu.

Anggota pasukan khusus Inggris SAS yang secara kebetulan berada di dalam mal itu dan tengah meneguk secangkir kopi berhasil melakukan misi kemanusiaan yang terbilang HEROIK.

Bagaimana tidak dinilai sebagai penyelamatan Heroik, Sang prajurit SAS asal Inggris itu berhasil menyelamatkan sedikitnya 100 orang pengunjung mal dari serbuan pasukan militan. Sebuah pekerjaan besar, pekerjaan yang beresiko tinggi dan bisa-bisa nyawanya menjadi taruhan dalam proses evakuasi penyelamatan itu.

Seperti yang diberitakan dari berbagai media, sang Heroik tersebut tengah menikmati kopi di salah satu kafe di pusat perbelanjaan itu saat para kelompok militan menerobos masuk sambil melepaskan tembakan, prajurit yang tidak mau dipublikasikan namanya itu langsung menyelamatkan orang-orang yang mengalami ketakutan dan dibawanya ke luar mal atau lokasi penyerangan dan penyanderaan. Setidaknya pasukan khusus Inggris 12 kali melakukan penyelamatan dengan cara keluar masuk lokasi mal.

Tindakan Prajurit bernyali besar ini, patut diberikan penghargaan dan sekaligus penghormatan setinggi-tingginya. Dia bukanlah anggota pasukan keemanan Kenya, namun rasa kemanusiaan yang ada dalam dirinya menjadi contoh dan teladan yang patut dilakukan orang lain.

Menemukan manusia yang memiliki nyali besar dan rasa kemanusiaan tinggi ini sulit ditemukan dari jutaan manusia dewasa ini. Sikap manusia saat ini sangat primisif yang tidak memedulikan orang lain disekitarnya.

Jagankan peristiwa berbahaya seperti penyerangan brutal, melihat manusia yang tergeletak kaku di jalan saja sudah tidak dipedulikan, “Saya adalah Saya dan Dia adalah Dia”, itulah yang ada dalam benak manusia. Rasa kemanusiaan diantara manusia sebagai insan sosial sudah mati.

Baca Juga :  Pentingnya Seks Lebih Sering...

Semoga nilai luhur dan kesatriaan Prajurit Inggris ini bisa menginspirasi warga dunia. Dia telah mengirimkan pesan kepada dunia bahwa pentinya pertolongan diantara sesama manusia bukan pertolongan berdasarkan golongan, agama, ras dan lain-lain. Semoga.