Home / Pena_VJB / Soal Pernyataan Effendi Simbolon! Jokowi dan Hercules Punya Kelebihan Tersendiri

Soal Pernyataan Effendi Simbolon! Jokowi dan Hercules Punya Kelebihan Tersendiri

Bagikan Halaman ini

Share Button

4

 

 

 

moral-politik.com. Jokowi selaku Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, dan Hercules sebagai salah satu pejuang masyarakat Timor Timur sewaktu masih berintegrasi dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sama-sama memiliki kelebihan di mata masyarakat Jakarta. Hal ini ditunjukkan dari sikap masyarakat yang cukup mengagumi keduanya.

Demikian dikatakan Luis Balun, salah satu pakar hukum di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kepada moral-politik.com, Jumat (13/9/2013) ketika dimintai pendapatnya terkait polemik yang berkembang akibat pernyataan dari salah satu pengurus DPP PDIP belum lama ini.

Menurut Luis, baik Jokowi dan Hercules sama-sama memiliki kelebihan di mata masyarakat. Dimana Jokowi dianggap sangat merakyat dan turut merasakan kekuranagn masyarakat kecil, sedangkan Hercules memiliki jasa besar bagi masyarakat Timor Timur.

“Saya rasa Jokowi dan Hercules sama-sama memiliki kelebihan dalam hidup. Dimana Jokowi saat ini diagungkan oleh masyarakat DKI Jakarta untuk menjadi Capres karena memiliki kelebihan, sedangkan Hercules mampu menampung begitu banyak masyarakat daratan Timor,“ katanya.

Menurutnya, perbedaan antara Jokowi dan Hercules hanyalah pada status sosial. Dimana Jokowi saat ini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta sedangkan Hercules lebih dikenal sebagai salah satu preman terkenal di Jakarta.

“Keduanya hanya berbeda pada status sosial, yang mana Jokowi sekaranga seoramg Gubernur, sedangkan Hercules seorang preman tapi keduanya sama-sama memiliki kelebihan dimata masyarakat,“ katanya.

Kata Luis, hendaknya perbedaan antara keduanya tidak dilihat dari status sosialnya atau jabatannya, namun harus dilihat dari konteks atau situasi yang bagaimana. Jokowi dalam dunianya, tambahnya, sangat dikagumi, bahkan di agungkan oleh masyarakat. Sama halnya dengan Hercules sangat dikagumi dan diagungkan oleh kaumnya.

Untuk itu, katanya, melihat kelebihan seseorang bukan dari status sosialnya, namun apa yang telah dilakukannya. Jokowi dan Hercules sama-sama telah memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

Baca Juga :  Bencana Benanain, Gubernur NTT Belum Tinjau Lokasi!

Seperti diberitakan sebelumnya, Barisan Relawan Jokowi Presiden 2014 (Relawan Jokowi atau Bara JP) yang akan mendukung PDIP apabila sebelum Pileg 2014 mengumumkan Jokowi Capres, mengimbau memilih Calon Legistatif (Caleg) pro Jokowi.

“Caleg seperti Effendi Simbolon yang selama ini anti kepada Jokowi, kami imbau jangan dipilih. Masih banyak kader muda PDIP yang lain,” kata Sabar Mangadu, Ketua DPP Relawan Jokowi, di Jakarta Rabu (11/9).

Di youtube, banyak rekaman  yang bicara miring tentang Jokowi. Bahkan ketika menjadi pembicara di Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Effendi mengatakan, “Jokowi belum tentu lebih baik dari Hercules.”

Menurut Sabar, ucapan demikian, memang benar adanya, tetapi dalam hal apa dulu. Karena Effendi tidak menyebut dalam hal apa Jokowi tak lebih baik dari Hercules, berarti Effendi hanya untuk membunuh karakter Jokowi.

Dibanding Ruhut Sitompul yang juga kerab bicara miring tentang Jokowi, kata Sabar, Effendi lebih berbahaya untuk Jokowi. Mengapa, karena Ruhut orang luar, sedangkan Efendi orang dalam PDIP.

“Kami mengusulkan agar PDIP membatalkan  sebagai Caleg, karena melukai hati pendukung Jokowi. Kami memohon PDIP membentuk Komite Etik terhadap Effendi,” kata Sabar.

Sebagai gerakan dengan ide dasar perubahan yang tidak kenal dengan Jokowi dan parpol, Sabar mendefinisikan Relawan sebagai “nasionalis yang berserakan di seantero negeri.” Maka Relawan mengajak semua kalangan untuk bergabung, terutama golput.

Relawan juga akan memboikot Prasetio Edi Marsudi, Wakil Ketua DPD PDIP DKI Jakarta, karena tak setuju jika Jokowi Capres. Prasetio Caleg PDIP dari Jakarta Pusat untuk DPRD DKI Jakarta.

Astro Girsang, Ketua Bara JP DKI Jakarta, menilai Prasetio berbahaya untuk kelangsungan NKRI, sebab setiap daerah seharusnya wajib memberi orang terbaik demi Indonesia. Seharusnya, kontruksi berpikir orang Ibukota, Jakarta kehilangan apa dan Indonesia dapat apa.

Baca Juga :  Ini Penjelasan Ilmuwan Soal Melihat Cahaya Terang Jelang Wafat

“Jika semua daerah tidak mau memberi orang terbaik membangun Indonesia, NKRI akan bubar. Maka sekualitas Prasetio berbahaya untuk NKRI, sehingga Relawan jangan memilih Prasetio,” ujar Astro, lawyer di Jakarta.

Effendi menjadi Caleg PDIP dari Daerah Pemilihan (Dapil) DKI Jakarta 3, yang meliputi Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu.

“Asalkan sebelum Pileg 2014 PDIP umumkan Jokowi Capres, kami akan mendukung PDIP. Tetapi tidak untuk Effendi Simbolon dan Prasetio Edi Marsudi. Masih banyak kader PDIP yang lebih bermutu,” tegas Astro.

Sabar yakin, dengan militansi Relawan Jokowi selama ini, imbauan boikot anti-Jokowi, dengan sendirinya membuat tak ada celah Effendi dan Prasetio untuk terpilih. Maka jalan terbaik, mundur saja.

Di seluruh Indonesia, Relawan mengimbau boikot Caleg anti-Jokowi. “Siapa pun Caleg yang anti-Jokowi, akan kami boikot. Untuk partai di luar PDIP, kami punya cara tersendiri mengganjal mereka,” tegas Sabar. (richo)

 

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button