Home / Sport / Ssst….di Rote Ndao Beredar Uang Palsu?

Ssst….di Rote Ndao Beredar Uang Palsu?

Bagikan Halaman ini

Share Button

2

foto: ilustrasi

 

 

moral-politik.com. Warga Kabupaten Rote Ndao mengaku resah dengan informasi beredarnya uang palsu di wilayah tersebut. Keresahan warga terus menguat karena belum adanya tindakan tegas ke pelaku yang diduga mengedarkan uang palsu tersebut.

Hal ini disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Rote Ndao, Yakob Malelak yang menghubungi moral-politik.com per telepon, Minggu (8/9/2013) malam.

Menurutnya, sesuai informasi yang diperolehnya dari warga, persoalan itu terungkap setelah aparat keamanan melakukan penangkapan terhadap Frits Nawa yang diduga pelaku di tempat kerjanya, Hotel Videsy Ba’a, Kamis lalu.

Dikatakannya, terduga pelaku pengedar uang palsu tersebut telah bekerja di Hotel itu sejak tiga bulan lalu atau diperkirakan sejak Mei 2013 lalu.

“Informasi yang saya dapatkan bahwa polisi sudah menangkap pelakunya dan masih berstatus sebagai pemilik Hotel Videsy tetapi pemilik hotel saat penangkapan mengatakan tidak tahu soal tindakannya itu,” ujar Yakob.

Persoalan itu, kata Yakob, berhasil diendus pihak kepolisian setelah salah seorang tukang ojek melaporkan perbuatan pelaku yang membayar jasa angkutan ojek dengan menggunakan uang palsu.

“Kejadian ini, katanya berawal saat pelaku menyewa ojek ke kampungya di Kecamatan Rote Barat Daya pergi dan pulang.

Sampai di Ba’a, dia bayar jasa ojek sebesar Rp 40 ribu dengan menggunakan uang pecahan Rp 50 ribu. Saat itu tukang ojeknya belum mengecek uang yang dibayarkan itu,” ungkapnya.

Setelah sampai di rumahnya, lanjut Yakob, tukang ojek tersebut langsung menyerahkan uang setoran ke pemilik motor yang digunakannya untuk ojek. Setelah ditelusuri, ternyata uang lembaran Rp50 ribu yang dibayarkan pelaku Frits Nawa adalah uang palsu.

Merasa dirinya dirugikan, lanjut Yakob, tukang ojek tersebut mengambil inisiatif dengan mendatangi pelaku di tempat kerjanya. Pasalnya, saat itu pelaku meminta maaf dan berharap agar persoalan itu tidak dibocorkan. Bahkan saat itu, pemilik hotel tempat pelaku bekerja menawarkan untuk mengganti biaya ojek namun ditolaknya.

Baca Juga :  Almarhum Ricardus Mau Senang Bisa Melihat Wilfrida Soik

Usai mendatangi pelaku, tukang ojek tersebut langsung melaporkan kejadian yang menimpanya ke pihak kepolisian.

“Saat itu, informasi yang saya dapatkan bahwa polisi sudah menangkap pelaku. Ketika itu diinformasikan berhasil diamankan uang palsu yang dipegang pelaku sebanyak Rp 4 juta. waktu itu juga pelaku mengaku bahwa selain dirinya masih ada pelaku lainnya yang menyimpan uang palsu sebanyak satu koper. Tetapi informasi terakhir yang kami dapatkan bahwa pelakunya sudah bebas,” ujar Yakob.

Terhadap persoalan itu Kapolres Rote Ndao belum berhasil dihubungi wartawan. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button