Home / Pena_VJB / Terapi Seks Ekstrem: Tidur Bersama suami orang

Terapi Seks Ekstrem: Tidur Bersama suami orang

Bagikan Halaman ini

Share Button

1

 

moral-politik.com. Di awal-awal pernikahan, semua terasa indah. Namun setelah bertahun-tahun menikah, beberapa pasangan mengalami kebosanan, bahkan sampai enggan bercinta, sehingga memutuskan bercerai. Nah, Charlie Rose yang merupakan terapis seks memiliki cara ekstrem menyelamatkan rumah tangga kliennya, yakni dengan tidur bersama suami orang.

Cara itu memang tidak selalu dipakai, tapi di saat-saat tertentu, Charlie akan menggunakannya. ‘Kantor’ ibu dari tiga anak ini adalah satu tempat tidur. Klien yang datang padanya dan berharap gairah bercintanya muncul kembali diharuskan membayar 200 poundsterling atau sekitar Rp 3,5 juta.

Charlie percaya kursus yang diberikan dia sebagai bagian dari terapi seks mampu menghidupkan kembali dorongan seks para pasangan yang mulai redup. “Saya benar-benar ingin membantu pasangan dengan memberikan bumbu-bumbu ke kehidupan seks mereka. Banyak dari mereka yang merupakan pasangan bahagia, tapi gairah itu tidak ada,” jelas Charlie, seperti dikutip dari Mirror, Selasa (10/9/2013).

Ketika sepasang suami istri datang kepadanya, Charlie mencoba membuat mereka merasa nyaman dengan menawarkan minum dan mengajak bercakap-cakap di lounge tentang hari-hari mereka. Perempuan 32 tahun itu mencoba untuk membuka masalah kehidupan bercinta pasutri itu dengan hati-hati. Charlie memahami benar kebanyakan masalah dalam kehidupan seks pasutri adalah karena kurangnya komunikasi.

“Setelah setengah jam, saya membimbing mereka ke kamar tidur di mana mereka bisa melepas pakaian dan mandi bersama,” terangnya.

Kemudian pasangan tersebut akan berbaring di atas karpet yang nyaman di lantai dan bekerja menyelesaikan masalahnya. Sementara Charlie sendiri akan menonton pasangan ini.

“Saya mendorong mereka untuk berbicara satu sama lain dan melibatkan diri saya untuk menunjukkan tekniknya pada laki-laki dan perempuan tersebut,” jelas Charlie.

Baca Juga :  Pengubahan Peraturan BI Pintu Masuk Menggiring Boediono

“Dulu saya melakukan hubungan seks secara penuh dengan si suami di depan istrinya, juga menunjukkan seks oral pada yang laki-laki dan perempuan, tapi ini dilakukan jika mereka memintanya,” sambungnya.

Terkadang hanya suaminya saja yang datang sendiri ke Charlie untuk mengulang sesi terapi. Tidak masalah sebenarnya, namun Charlie lebih suka suami istri datang berdua kepadanya, sehingga dia bisa memastikan para istri tidak cemburu kepadanya.

“Tapi saya dapat meyakinkan semua perempuan, saya tidak punya keterikatan emosional dengan orang-orang ini. Bagi saya ini hanya pekerjaan,” ucap dia.

Salah satu klien Charlie adalah Devon, perempuan 47 tahun, yang datang bersama suaminya yang berusia 49 tahun. Takut sang suami akan meninggalkannya karena hubungan di atas ranjang terasa hambar dan dingin, Devon pun mendatangi Charlie. Nama Charlie sendiri didapatnya dari internet. Setelah itu, mereka pun mengikuti sesi pelatihan seks selama tiga jam.

“Itu adalah pengalaman ajaib, salah satu keputusan terbaik dalam hidup saya. Oral seks dalam pernikahan kami tidak pernah berjalan baik tapi Charlie menunjukkan kepada kami tekniknya,” ujar Devon.

“Jujur, saya tidak pernah merasa sebegitu cinta seperti ini dan kami jadi seperti pasangan baru lagi. Kami lebih terbuka dan jujur satu sama lain, tidak lagi bersikap tidak sopan seperti sebelumnya,” imbuh Devon.

Pendekatan seperti yang dipraktikkan Charlie tergolong baru di Inggris, namun sudah banyak dijumpai di Amerika Serikat. Klien Charlie tersebar di wilayah selatan Inggris dan mereka berasal dari berbagai latar belakang, seperti pekerja bangunan, petani, dan juga petugas kepolisian.

Dalam terapinya, Charlie juga menawarkan kursus berciuman. Menurutnya, ada etiket untuk berciuman, dan inilah yang akan dijarkan oleh Cahrlie. Di akhir sesi, banyak pasutri yang mengatakan teknik berciuman itu terasa fantastis dan seksi.

Baca Juga :  Mahfud MD Bakal Nyapres dari PKB

“Semua ini adalah tentang penyegaran. Sama seperti tukang ledeng, di mana tukang ledeng setiap tahun harus pergi mengikuti kursus penyegaran untuk belajar tentang model-model baru. Ini sama halnya dengan hubungan,” jelas Charlie.

Hingga kini, Cherlie telah tidur dengan hampir 1.000 laki-laki. Tak hanya terapis seks, Charlie juga bekerja sebagai surrogate sex untuk membantu orang-orang yang memiliki ketidakmampuan fisik maupun impotensi untuk bercinta.

Charlie melakukan pekerjaan itu tidak semata-mata demi uang. Dia melakukan pekerjaan itu karena dia menyukai orang-orang, dan dia juga menyukai seks. Charlie sendiri pernah terlibat dalam perdagangan seks saat berumur 17 tahun, ketika ambil bagian dalam pemotretan erotis. Dia mendapatkan uang dengan mudah hanya dengan memenuhi nafsu seksual laki-laki. Namun pekerjaan itu ditinggalkannya saat menjalin hubungan serius dengan kekasihnya di masa lalu.

Akhirnya Charlie hamil dan melahirkan dua anak. Anak pertamanya laki-laki yang kini berusia 14 tahun, sedangkan anak keduanya adalah perempuan berusia 13 tahun. Sayang, setelah 7 tahun, hubungannya dengan cinta masa lalunya kandas.

Charlie memutuskan meninggalkan rumahnya di Nottingham dan melanjutkan pendidikan di Plymouth University. Selanjutnya dia bekerja di beberapa hotel dan membuat jejaring bisnis, namun kemudian memutuskan untuk menjadi terapis seks.

Bagaimana tanggapan kedua anak Charlie yang telah beranjak remaja terkait pekerjaan ibunya? Ternyata anaknya tidak keberatan. Mereka sadar butuh uang banyak untuk bertahan hidup. Bagi anak-anaknya, selama pekerjaan itu aman bagi Charlie, mereka tidak masalah.

Bahkan menurut Charlie, anak perempuannya sedikit bangga padanya. Sebab Charlie mengatakan, pekerjaannya antara lain membatu orang-orang yang cacat. “Ah ibu benar-benar baik,” kata Charlie menirukan ucapan putrinya.

Lalu apakah Charlie ingin anaknya terjun ke dunia yang sama dengannya? Kata Charlie, anaknya sudah memutuskan ingin menjadi desainer interior dan arsitek. (sumber: detik.com)

Baca Juga :  Bendelina Bengu: Sampah itu Berkah dari Tuhan

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button