Home / Sport / Terkait Kasus Bank NTT, Ini Perang Dingin 2 Profesor: YLH Vs VG

Terkait Kasus Bank NTT, Ini Perang Dingin 2 Profesor: YLH Vs VG

Bagikan Halaman ini

Share Button

9
foto: ylh mengantar laporan ke mapolres kupang kota

 

 

moral-politik.com. Berawal dari sebuah opini Profesor Yusuf Leonard Henuk (YLH) di sebuah harian terbitan Kota Kupang yang dikritisi oleh Profesor Vincent Gaspersz (VG) bahwa YLH melakukan plagiat karena tidak mencantumkan sumber tulisan sebagai kutipan, sehingga berbuntut pada laporan pihak YLH ke Mapolres Kupang Kota, lalu sejumlah saksi dimintai keterangan oleh Penyidik Mapolres Kupang Kota.

Kini, Kamis (12/09/2013) petang, sekitar jam 16.00 Wita, pihak YLH datang ke kantor redaksi moral-politik.com dan wanitawanita.com dengan gaya khasnya, familiar.

Sembari menyodorkan seonggok copy-an surat yang terdiri dari empat bundel, YLH mengurai inti persoalannya.

“Tidak ada tuduhan saya secara langsung kepada VG telah melakukan korupsi di Bank NTT dan sedang dicari oleh Polisi dari Polres Kupang Kota, tetapi GM yang secara langsung menuduh yang bersangkutan melakukan korupsi di Bank NTT, dan ia justru tidak berani melaporkannya ke Polisi,” beber YLH.

YLH malah menduga kuat bahwa dengan terindikasi jelas, VG terus berupaya melakukan tindakan pembunuhan karakter (character assassination) kepada dirinya, sejak dirinya menyatakan secara terbuka untuk maju berkompetisi sebagai Calon Rektor Undana Kupang periode 2013-2017.

“Makanya saya pun kini terpaksa harus berupaya keras untuk mematikan kebiasaan buruk VG selaku Guru Besar terkenal, yang tega menggunakan kepintarannya untuk menyusahkan orang lain, termasuk diri saya yang juga adalah Guru Besar,” terang YLH.

Dikatakan YLH, dirinya telah menemukan alat bukti dari Bank NTT berdasarkan Laporan Dewan Komisaris PT Bank Pembangunan Daerah NTT medio Juni 2013, yang justru akan mempermudah Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) dan semua pihak terkait untuk memeriksa kemungkinan keterlibatan yang bersangkutan telah melakukan “korupsi berjemaah” dengan pihak Bank NTT.

Baca Juga :  Piligub NTT: Jangan Saling Klaim!

Ketika ditanya apakah VG pernah melakukan pembelaan diri sehubungan dengan tudingannya itu, dirinya mengatakan bahwa VG menganggap dirinya (YLH red) tidak tahu apa-apa tentang isi kontraknya dengan Bank NTT.

“Seharusnya yang ngomong tentang Bank NTT adalah manajemen Bank NTT, bukan Anda orang luar yang tidak punya bukti apa-apa,” kata VG yang dibeberkan YLH, sebagaimana terurai jelas dalam suratnya kepada Ketua KPK dan 13 alamat tujuan lainnya.

Malah dengan ekspresi guyon YLH mengatakan, sesungguhnya sedari awal dirinya mengangkat soal kasus Bank NTT ke publik itu hanya bermaksud memohon agar VG berkenan menulis suatu artikel yang terbaik untuk kepemimpinan Bank NTT, setelah dirinya senang membaca tulisan VG berjudul Strategi Pembangunan SDM NTT (Sumbangan Pemikiran untuk Gubernur NTT Terpilih Periode 2013-2018), Timor Express, Selasa (02/09/2013). (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button