Home / Sport / Ulah Oknum Polresta Belu Dilaporkan ke DPRD

Ulah Oknum Polresta Belu Dilaporkan ke DPRD

Bagikan Halaman ini

Share Button

Mateus Simanjuntak, Ermelinda Do Rosario dan Ferdina Viegas, menceritakan kronologi penangkapan terhadap Kanit Buser Man Kapitan dan anak buahnya

 

 

 

moral-politik.com. Atambua – Mendapat kabar bahwa masyarakatnya berhasil “menangkap” Kanit Buser Polres Belu, Soleman Kapitan dan anak buahnya di Dusun Sarobon, Mota’ain, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu malam (22/9/2013) pukul 21.30 Wita, Kepala Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur Ferdinandus Mones segera mengambil sikap tegas dan mengajak masyarakatnya untuk melapor aksi penangkapan terhadap Kanit Man Kapitan dan anak buahnya ke DPRD Belu.

Tepat pukul 11.30 Wita, Rabu (25/9/2013), Kades Ferdi Mones bersama masyarakatnya tiba di gedung DPRD Belu. Kemudian, mereka diarahkan untuk masuk ke dalam ruangan ketua DPRD Belu Simon Guido Seran.

Di hadapan Ketua DPRD dan  salah satu anggotanya Siku Arnaldo Dasilva Tavares dan Kades Ferdi Mones menyampaikan tujuan kedatangannya bersama masyarakatnya. Dengan kalimat bernada ketegasan, Kades Ferdi Mones berujar, “Sebelum kami ke sini (DPRD, red), kami sudah melapor ke Provost Polres Belu. Di hadapan Provost, kami menceritakan aksi “kebiri” yang dimainkan masyarakat Mota’ain terhadap Kanit Man Kapitan dan anak buahnya. Semua keterangan dari masyarakat sudah diambil termasuk saksi pun sudah diambil keterangannya. Semua bensin itu dibawa Kanit Man Kapitan dan anak buahnya untuk dijual ke masyarakat dan nantinya masyarakat jual lagi ke Timor Leste. Hanya 17 jerigen saja yang dikasih turun di Pos Polisi Mota’ain. Yang lainnya dibawa ke Atambua. Seharusnya aparat itu harus menunjukkan contoh yang baik, malahan aparat sendiri yang tunjukkan contoh dan sikap hidup yang tidak baik. Ini kan namanya memalukan.”

Sementara itu, Ketua DPRD Belu menyampaikan jawabannya. “Kita ucapkan apresiasi terhadap masyarakat yang telah menangkap Kanit Man Kapitan dan anak buahnya. Ini merupakan peristiwa langkah yang terjadi di Belu. Masyarakat mulai pintar dan mengawasi gerak-gerik aparat di lapangan. Dan ingat, kalau dalam pemeriksaan nanti kalian diperlakukan dengan tidak baik, datanglah ke sini. Jangan takut terhadap aparat. Ini kan nantinya ujung-ujungnya masyarakat yang dijadikan kambing hitam. Ikuti semua proses yang ada. Ini bukan titik akhir dari aksi penyelundupan yang dimainkan aparat di lapangan. Saya mau katakan, jangan takut terhadap aparat!” tantang Guido Seran bernada ketegasan di hadapan mereka. (Felix)

Baca Juga :  "Timor Leste Caplok Wilayah Indonesia, Panglima Udayana Lapor ke Jakarta"

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button