Home / Sport / Warga Dusun Oedai Kesal Pelayanan Bidan

Warga Dusun Oedai Kesal Pelayanan Bidan

Bagikan Halaman ini

Share Button

pustu

moral-politik.com. Kaur Pembangunan Desa Oebou, Kecamatan Rote Barat Daya, Welhemus Suy  keluhkan minimnya pelayanan dan  perawatan medis oleh petugas kesehatan di Pustu Oedai.

Hal ini disampaikannya saat ditemui moral-politik.com  di kediamanya, Rabu (4/9).

Menurut Welhemus, pelayanan medis di desa tersebut sejak awal tahun 2013 tidak dilaksanakan secara efektif oleh bidan yang bertugas di pustu tersebut. Pasalnya oknum bidan yang bertugas di Pustu itu hanya memberikan pelayanan tiga kali dalam seminggu.

“Dalam seminggu bidan hanya melaksanakan tugas pelayanan medis cuma tiga hari saja yakni hari Senin sampai Rabu sementara hari Kamis sampai Sabtu tidak ada. Memangnya hari kamis hingga sabtu warga Dusun Oeday tidak membutukan pelayanan dan perawatan medis,” katanya dengan nada kesal.

Menghindari terjadinya dampak yang lebih parah bagi warga, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao diharapkannya agar melakukan inspeksi di tiap-tiap Pustu yang ada diluar ibukota kabupaten.

“Jangan  hanya menerima laporan bahwa warga sudah mendapat pelayanan  secara intensif. Nyatanya warga di Dusun Oedai kesulitan karena tidak ada pelayanan yang rutin dalam seminggu. Dinas Kesehatan seharusnya mengecek ke lapangan untuk mengetahui kondisi dan keluhan warga. Pustu Nasedanon dibangun untuk dihuni namun pelaksanaannya tidak ditempati malah bidan tersebut tingalnya di desa lain,” ujar Welhelmus

Selain itu, ungkap Welhelmus, bidan yang bertugas di Pustu itu tidak betah dalam memberikan pelayanan akibat tidak tersedianya inventaris dan sarana penunjang  pustu berupa, meja, kursi dan penerangan.

Padahal, kata Welhelmus, tahun anggaran 2012 lalu di pustu itu tersedia fasilitas berupa kursi, meja, tempat tidur dan penerangan (Sehen). Namun belakangan, inventaris tersebut berpindah ke rumah salah seorang warga yang berdomisili di Dusun Oedai.

Baca Juga :  Rote Ndao: Pemilik Alat Berat Gunakan BBM Bersubsidi

“Barang-barang itu ada sejak tahun 2012 namun pada tahun 2013 tidak ada lagi namun sudah  berada di rumah salah satu warga yang berdomisili di Dusun Nasedanon,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao, drg.Suardi ditemui di ruang kerjanya mengatakan, hingga saat ini masih banyak puskesmas pembantu yang belum ditempati tenaga medis.

“Secara global penyebaran tenaga medis pada puskesmas masih sangat kurang tetapi. Jumlah staf yang bertugas berjumlah 328 orang. Kami masih membutuhkan kuantitas dan kualitas tenaga kesehatan,” katanya.

Lebih anjut Suardi menjelaskan, sesuai hasil pendataan sementara, dari 85 puskesmas pembantu yang tersebar pada delapan kecamatan di Kabupaten Rote Ndao hingga saat ini masih banyak yang belum ditempati.

“Kita membutuhkan 80 orang tenaga kesehatan untuk di tempatkan pada pustu yang ada,” ujarnya.

Disinggung soal banyak tenaga medis tak tempati pustu, dia mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan survey terhadap seluruh pustu yang ada.

“Kita akan meniai dari berbagai aspek. Baik fasilitas maupun sarana dan prasarana pendukungnya. Bisa saja mereka tinggalkan pustu karena sarana pendukung tidak ada seperti air dan listrik atau jauh dari pemukiman warga, faktor-faktor seperti yang mempengaruhi orang tidak betah,” katanya.

Usai dilakuan survey lanjut dia, pihaknya akan berupaya secara maksimal untuk melengkapi sarana yang masih kurang.

“Yang pastinya akan upayakan untuk lengkapi sarananya setelah itu baru tempatkan tenaga medis sehingga mereka tidak kabur lagi,” katanya. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button