Home / Pena_VJB / Waspadalah, Flu Panjang Bakal Jadi Gejala HIV

Waspadalah, Flu Panjang Bakal Jadi Gejala HIV

Bagikan Halaman ini

Share Button

Woman with tissue having flu or allergy

moral-politik.com. Dalam jangka waktu sebulan atau dua bulan HIV memasuki tubuh, 40 persen sampai 90 persen orang mengalami gejala seperti flu yang dikenal sebagai sindrom retroviral akut (ARS). Namun terkadang gejala HIV tidak terlihat dalam waktu bertahun-tahun, bahkan bisa sampai satu dekade setelah terinfeksi.

Banyak yang tidak menyadari bahwa mereka terkena HIV, itulah mengapa perlu dilakukan tes, terutama jika telah melakukan hubungan seks tanpa kontrasepsi dengan lebih dari satu pasangan atau menggunakan narkoba suntik.

Agar tidak terlambat mengetahui Anda terkena HIV, ada baiknya mengetahui berbagai tanda dari gejala terkena HIV. Berikut adalah tanda seseorang terkena HIV, dikutip dari Health, Minggu (8/9/2013).

1. Demam

Salah satu tanda dari ARS adalah demam ringan, yang bisa mencapai sampai 38 derajat celcius. Demam ini juga biasanya berbarengan dengan gejalan ringan lainnya seperti kelelahan, kelenjar getah bening, dan sakit tenggorokan.

“Pada tahap ini virus bergerak ke dalam aliran darah dan mulai mereplikasi dalam jumlah besar. Selain itu juga terjadi reaksi inflamasi oleh sistem imunitas,” ujar Carlos Malvetutto, MD, instruktor penyekit menular dan imunologi di departemen obat di NYU School of Medicine di New York.

2. Kelelahan

Respons inflamasi yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh terkepung juga dapat menyebabkan Anda merasa letih dan lesu. Kelelahan bisa hadir pada tanda awal atau lanjutan dari HIV.

Ron (54), seorang executive public relation di Midwest, mulai khawatir dengan kesehatannya ketika ia mulai kehabisan napas hanya dengan berjalan. “Apapun yang saya lakukan, saya sesak napas. Sebelumnya saya bisa berjalan empat kilo dalam sehari,” tuturnya.

3. Pegal Otot, Nyeri Sendi, Pembengkakan Kelenjar getah Bening

Baca Juga :  Australia Punya 2 Kota dari 10 Kota Paling Bersahabat di Dunia

ARS kadang disalah artikan dengan flu, mononucleosis, infeksi virus atau yang lain, bahkan sifilis dan hepatitis. Hal tersebut tidak mengagetkan, banyak dari gejalannya sama, termasuk nyeri pada sendi dan otot, serta kelenjar getah bening yang membengkak.

Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh Anda dan cenderung meradang ketika ada infeksi. Banyak dari mereka berada di ketiak Anda, pangkal paha, dan leher.

4. Sakit Tenggorokan dan Sakit Kepala

Seperti gejala lainnya, sakit tenggorokan dan sakit kepala bisa jadi salah satu tanda dari ARS. Jika Anda baru terlibat dalam perilaku berisiko tinggi, melakukan tes HIV adalah ide yang bagus. Lakukanlah pemeriksaan untuk kepentingan Anda dan orang lain, karena ketahuilah, HIV paling menular pada tahap awal.

5. Ruam Pada Kulit

Ruam-ruam pada kulit bisa terjadi pada fase awal atau lampat pada HIV/AIDS. Bagi, Ron, ini merupakan tanda lainnya yang ia anggap sebagai hal biasa, seperti alergi ataupun flu.

“Ruamnya seperti bisul, dengan area berwarna merah muda dan gatal di lengan saya,” cerita Ron. Jika ruam tidak mudah dijelaskan ataupun tidak mudah diobati, Anda sebaiknya mulai memikirkan untuk melakukan tes HIV,” ujar Dr. Horberg.

6. Mual, Muntah, Diare

Pada tahap awal, 30 persen sampai 60 persen orang mengalami mual, muntah, diare jangka pendek. Gejala ini juga bisa muncul sebagai akibat dari terapi antiretroviral dan kemudian infeksi, biasanya sebagai akibat dari infeksi oportunistik.

7. Kehilangan Berat Badan

Hal yang perlu diperhatikan adalah jika kehilangan berat badan tanpa alasan yang jelas, seperti ketika makan sebanyak mungkin namun tetap kehilangan berat badan. Kehilangan berat badan adalah tanda penyakit yang lebih lanjut dan bisa menjadi bagian dari diare parah.

Baca Juga :  Esok Paripurna DPRD Kota Kupang Terkait Kasus Bendungan Kolhua

8. Batuk Kering

Seringnya orang yang mengidap HIV, menyangka bahwa batuk kering yang dideritanya adalah batuk kering biasa ataupun alergi. Namun batuk yang diderita berjalan hingga dalam waktu setahun setengah, dan semakin memburuk. Benadryl, antibiotik, dan inhaler tidak akan bisa menyembuhkannya.

9. Pneumonia

Batuk dan kehilangan berat badan bisa juga menjadi pertanda infeksi serius yang disebabkan oleh kuman yang tidak akan menganggu Anda jika sistem imunitas Anda bekerja dengan semestinya.

10. Berkeringat Saat Malam

Selain itu, berkeringat saat malam tanpa alasan yang jelas juga bisa menjadi salah satu tanda HIV. Sekitar setengah orang mengalami berkeringat saat malam selama tahap awal darin infeksi HIV. Hal ini hampir serupa dengan gejala menopause pada wanita.

11. Perubahan Pada Kuku

Tanda lainnya adalah adanya perubahan pada kuku, seperti warna kuku yang berubah jadi hitam atau cokelat berbentuk garis, baik vertikal maupun horizontal. Selain itu perubahan juga bisa terjadi pada ketebalan kuku dan bentuk kuku, dan terpecahnya kuku.

Seringnya ini terjadi karena infeksi jamur, seperti candida. “Pasien dengan sistem kekebalan yang menurun akan lebih rentan terhadap infeksi jamur,” kata Dr. Malvestutto.

12. Infeksi Jamur

Infeksi jamur lainnya yang umur ada pada tahap lanjutan adalah sariawan, infeksi mulut yang disebabkan oleh Candida, sebuah tipe jamur.

13. Kesulitan Berkonsentrasi atau Kebingungan

Masalah kognitif bisa jadi tanda dari HIV terkait demensia, yang biasanya terjadi pada tahap akhir. Selain kebingungan dan kesulitan berkonsentrasi, AIDS, yang terkait demensia, mungkin juga melibatkan masalah ingatan dan masalah perilaku seperti marah atau mudah tersinggung.

14. Luka Dingin, Atau Herpes Genital

Luka dingin (oral herpes) dan herpes genital bisa menjadi tanda dari ARS dan infeksi HIV stadium akhir. Mengidap herpes juga bisa menjadi faktor risiko tertular HIV. Hal ini karena herpes genital dapat menyebabkan borok yang memudahkaan HIV masuk ke dalam tubuh saat berhubungan seks.

Baca Juga :  Sr. Antonia: Utamakan Kualitas Bukan Kuantitas Hasil UN

15. Kesemutan dan Kelemahan

Tahap akhir HIV bisa juga menyebabkan mati rasa dan kesemutan di tangan dan kaki. Ini disebut neuropati perifer, yang juga terjadi pada orang dengan diabetes tidak terkontrol. Gejala ini dapat diobati dengan obat penghilang rasa sakit counterpain dan obat-obatan anti kejang seperti Neurontin.

16. Menstruasi Tidak Teratur

Penyakit HIV lanjut tampaknya meningkatkan risiko mengalami ketidakteraturan menstruasi, seperti periode yang lebih sedikit dan lebih ringan. Perubahan ini, mungkin lebih berkaitan dengan penurunan berat badan dan kesehatan yang buruk dari wanita engan tahap akhir infeksi daripada infeksi itu sendiri.

Infeksi HIV juga telah dikaitkan dengan usia menopause awal (47-48 tahun bagi perempuan yang terinfeksi dibandingkan dengan 49 sampai 51 tahun untuk perempuan yang tidak terinfeksi). (sumber: detik.com)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button