Home / Populer / Wilfrida Dihukum Mati, NTT Teteskan Air Mata

Wilfrida Dihukum Mati, NTT Teteskan Air Mata

Bagikan Halaman ini

Share Button

7

 

 

 

moral-politik.com, Kota Kupang – Hukuman mati yang dijatuhkan pemerintah Malaysia terhadap Wilfrida Soik, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten Belu yang diduga membunuh majikan perempuannya itu, membuat warga NusaTenggara Timur (NTT) meneteskan air mata.
Tetesan air mata warga NTT atas hukuman yang harus dialami anak di bawah umur itu sangat tidak wajar dan tidak dapat diterima oleh masyarakat NTT. Hukuman terhadap Wilfrida merupakan pukulan berat bagi warga NTT.

Vanya  kepada moral-politik.com, Sabtu (28/9/2013) ketika menggelar aksi bakar seribu lilin di depan Polda NTT mengatakan, ancaman hukuman mati yang dijatuhkan pemerintah Malaysia kepada Wilfria membuat seluruh warga NTT meneteskan air mata untuk gadis belia asal Kabupaten Belu itu.

Menurutnya, hukuman terhadap Wilfrida tidak pantas diterimanya karena Wilfrida masih sangat muda dan masih di bawah umur. Hukuman itu merupakan pukulan berat bagi warga NTT terutama orang tua Wilfrida.

Vanya menjelaskan, aksi membakar seribu lilin untuk Wilfrida itu sebagai bentuk rasa solidaritas  dan persaudaraan seluruh warga NTT yang dilakukan untuk bisa membuat mata hati pemerintah Malaysia terbuka, lalu mencabut hukuman itu dari Wilfrida.

“Saya berharap  pemerintah bisa mencabut hukuman itu dari Wilfrida, karena dia masih tergolong anak di bawah umur. Dia juga berharap pemerintah pusat dan pemerintah NTT bisa menolong Wilfrida,” tutupnya. (richo)

Baca Juga :  Polres Manggarai gelar pelatihan 'public speaking'

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button