Home / Sport / Yohanes Rihi: Tak Ada Kerugian Negara, Malah Diuntungkan!

Yohanes Rihi: Tak Ada Kerugian Negara, Malah Diuntungkan!

Bagikan Halaman ini

Share Button

cincin

moral-politik.com. Billy Nope, saksi ahli dari Politeknik Negeri Kupang yang diperiksa oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang beberapa waktu lalu dinilai keliru dalam memberikan keterangan sebagai saksi kasus dugaan korupsi pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pelayaran Kupang tahun anggaran 2011 senilai Rp 490 juta.

Yohanes Rihi selaku kuasa hukum terdakwa Mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (PPO) Kota Kupang Maxwel Halundaka kepada moral-politik.com, Jumat (13/9/2013) mengatakan, saksi sangat keliru meberikan keterangan dalam kasus dugaan korupsi pembangunan SMK Pelyaran Kupang yang melibatkan mantan Kadis PPO Kota Kupang Maxwel Halundaka cs.

“Saksi sangat keliru dalam memberikan keterangan saat diperiksa di Pengadilan Tipikor Kupang beberapa waktu lalu, keterangan yang diberikan sangat-sangat keliru karena tidak sesuai dengan kenyataan,“ katanya.

Menurutnya, keterangan saksi sangat keliru dalam kasus itu pada hasil kerugian negara dalam kasus itu.  Sesuai hasil audit yang dilakukan oleh BPKP Perwakilan NTT negara mengalami kerugian sebesar Rp 150 juta, sedangkan saksi mengatakan bahwa dalam kasus itu negara mengalami kerugian sebesar Rp 88 juta.

Rihi mengatakan, perhitungan dari BPKP Perwakilan NTT juga dinilai salah dan keliru termasuk perhitungan saksi ahli dari Poltek Negeri Kupang, yang sebenarnya dalam kasus itu negara diuntungkan bukan dirugikan, karena saat itu terdakwa Maxwel Halundaka mengeluarkan nota dinas untuk belanja bahan-bahan bangunan hanya sebesar Rp 25 juta, namun karena tidak jadi digunakan maka bahan-bahan tersebut dialihkan ke sekolah lain. Dalam kasus itu nilai uang yang baru terpakai hanya sebesar Rp 25 juta.

“Dari mana kerugian negara sebesar Rp 150 juta dan Rp 88 juta, sedangkan uang yang baru dipakai baru Rp 25 juta, ini sangat keliru perhitungan BPKP Perwakilan NTT dan Poltek Negeri Kupang, “ katanya.

Baca Juga :  Tukang ojek ditemukan tewas dalam kamar

Saat memberikan keterangan kepada majelis hakim saat berlangsungnya sidang itu, saksi saat melakukan perhitungan kerugian negara saat dilakukan penyelidikan tidak melihat atau tidak bisa membaca gambar terkait pembangunan SMK Pelayaran Kupang.

Selain itu, kata Rihi, saksi saat melakukan perhitungan saksi tidak melihat fiik pembangunan sejauh mana perkembangannya sehinggakeliru dalam memberikan keterangan. Dalam kasus itu sebenarnya tidak ada kerugian negara, yanga ada negara diuntungkan. (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button