Home / Pena_VJB / Terkenang Cinta Pertama di Pantai Paradiso

Terkenang Cinta Pertama di Pantai Paradiso

Cerpenis Vincentcius Jeskial Boekan. (Foto: Erny)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Cerpen Vincentcius Jeskial Boekan

 

 

 

MORAL-POLITIK.COM: Seingatku, sekitar tahun 1970 lagu ini sangat membumi: “Paradiso Taman Hiburan”—kala itu aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Miskin dan terkebelakangnya daerahku yang bernama Kabupaten Kupang, menyebabkan listrik PLN baru digunakan oleh orang-orang “empunya”—Televisi belum ada—satu-satunya media untuk mengetahui dunia dan seisinya adalah Radio.

Cepat diingat—bahkan—hingga kini masih lekat dalam ingatan, adalah lagu Paradiso: Paradiso taman hiburan, di tepi laut biru….

Kala menginjak usia Sekolah Menengah Pertama, teman-teman bercerita pengalamannya pergi berwisata di Pantai Paradiso dengan berjalan kaki sekitar tujuh hingga delapan kilometer. Aku penasaran, naluri bocah ingin tahu semua hal mengeruak. Bersama teman-teman yang belum pernah kesana, kami merencanakannya. Waktunya adalah hari Minggu sepulang gereja.

Berbondong-bondonglah kami belasan orang mengayuhkan kaki menyisiri bibir jalan, sembari memegang bekal masing-masing. Terik mentari siang yang menyengat tubuh tak ingin jadi penghalau. Keringat bercucuran bukanlah masalah. Setelah memakan waktu sekitar dua jam, kami pun tiba.

Betapa  kami sangat kagum dan terpesona melihat laut biru dengan ombak buih-buih putih berguling-guling hingga ke bibir pantai, lalu memuntahkan buih-buih putihnya. Terus, terus dan terus—seakan-akan tak kenal lelah—malah semakin lama semakin berenergi dengan memercikkan buih-buih putih itu tinggi-tinggi, hingga membasahi pengunjung yang duduk santai di bawah pohon besar, berusia sekitar enam puluhan tahun.

Setiap hari Minggu, dan setiap hari libur, Pantai Paradiso dipadati sedikitnya lima ratusan orang. Masuk di akal, itulah satu-satunya pantai yang dijadikan tempat hiburan dari pelbagai kepengatan yang menghimpit raga.

Setelah menginjak usia Sekolah Menengah Atas, usia mulai mengenal dunia dalam sudut pandang yang lebih luas, sesekali aku mengayuhkan langkah ke sana hanya seorang diri.

Baca Juga :  Pdt.M.Kase: PNS Pemprov NTT Kurang Miliki Keahlian

Suatu subuh yang indah, aku beranikan diri jogging dari bilangan Oeba ke Pantai Paradiso, tak peduli gelap masih membalut negeriku Kabupaten Kupang. Hingga di tengah perjalanan, aku bertemu dengan beberapa orang yang ber-jogging dari arah lain. Kami pun bergabung tanpa mengucap kata, hanya supaya tak cepat lelah.

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button